UNY, Soal Matematika Antikorupsi Untuk Pendidikan Karakter

Foto: uny.ac.id

Yogyakarta, Sayangi.com – Kelompok mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menggunakan soal cerita antikorupsi untuk menanamkan pendidikan karakter pada siswa.

“Soal cerita antikorupsi diharapkan dapat membawa pemikiran dan kebermaknaan dalam menyelesaikan persoalan sehari-hari termasuk korupsi, sehingga jiwa antikorupsi dapat ditanamkan pada siswa sejak dini,” kata koordinator kelompok Gamarina Isti Ratnasari di Yogyakarta, Sabtu.

Menurut dia, soal cerita antikorupsi merupakan soal yang disusun dalam bentuk cerita yang berhubungan dengan masalah kehidupan sehari-hari dan dapat diselesaikan melalui materi persamaan linier satu variabel oleh siswa.

“Perilaku korupsi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat dapat dihindarkan dengan perilaku sehari-hari juga, salah satunya dengan soal cerita antikorupsi yang menceritakan kehidupan sehari-hari,” katanya.

Ia mengatakan, soal cerita antikorupsi dapat membentuk sikap logis, kritis, dan kreatif karena siswa akan membutuhkan keterampilan untuk memahami, merencanakan, dan melaksanakan penyelesaian sehingga dapat menjadi memori yang mudah diingat dan lebih bermakna bagi siswa.

Pembelajaran bermakna melalui soal cerita antikorupsi sebagai pengaplikasian pendidikan karakter pada materi kelas VIII di SMP Negeri 1 Yogyakarta membuat siswa semakin mudah dalam memahami materi persamaan linier satu variabel dan dapat dijadikan media pendidikan karakter dalam menanamkan jiwa antikorupsi.

“Lembar kerja siswa soal cerita antikorupsi dikategorikan baik (B) itu artinya lembar kerja siswa tersebut memiliki kelayakan untuk menanamkan pendidikan karakter pada materi persamaan linier satu variabel kelas VIII di SMP Negeri 1 Yogyakarta,” katanya.

Ia mengatakan, jika dilihat dalam kehidupan sehari-hari sebenarnya tidak hanya para pejabat yang melakukan tindakan korupsi. Sadar atau tidak sadar sebagai seorang warga negara biasa, mungkin juga pernah melakukan tindakan korupsi seperti “menembak” pembuatan KTP dan SIM, dan mencontek saat ujian.

Menurut dia, instansi pendidikan, lembaga sosial, dan masyarakat menggencarkan perbaikan moral melalui pendidikan karakter. Banyak ahli yang berpendapat bahwa pendidikan karakter merupakan cara yang ampuh, cepat, dan tepat untuk memperbaiki karakter moral sejak dini.

“Berdasarkan hal itu kami menggunakan soal cerita antikorupsi sebagai media menanamkan pendidikan karakter yang akan berimplikasi pada pencegahan korupsi di Indonesia,” katanya.

Anggota kelompok mahasiswa Fakultas MIPA UNY yang melakukan penelitian berjudul “Pembelajaran Bermakna melalui Soal Cerita Antikorupsi sebagai Pengaplikasian Pendidikan Karakter pada Materi Persamaan Linier Satu Variabel Kelas VIII di SMP Negeri 1 Yogyakarta” itu adalah Dita Nur Syarafina dan Dianing Meijayanti. (ANT)