Presiden Minta TNI Netral dalam Pemilu 2014

Foto (Sekab)

Jakarta, Sayangi.com – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta jajaran TNI agar menjaga netralitas dalam pemilu legislatif dan pilpres 2014.

“Pastikan keberpihakan TNI tegak lurus kepada kepentingan bangsa dan negara. Hanya dengan cara itulah TNI akan semakin dipercaya dan menjadi bagian penting dalam proses pematangan demokrasi di Indonesia,” kata Presiden SBY dalam acara HUT TNI ke 68 di Jakarta, Sabtu (5/10).

Di awal pidatonya, Presiden SBY mengatakan, kemanunggalan TNI-Rakyat adalah sumber kekuatan utama TNI dalam mengemban tugas-tugas negara.

Menurut Presiden, berdasarkan sejarah TNI lahir, tumbuh, dan berkembang bersama rakyat. Kemanunggalan TNI-Rakyat telah pula menghasilkan prestasi gemilang, baik dalam mempertahankan kedaulatan negara maupun dalam peran serta menjalankan roda pembangunan.

Presiden juga menginstruksikan agar para Prajurit TNI agar memelihara dan meningkatkan terus kemanunggalan TNI-Rakyat, menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan dengan sebaik-baiknya.
“Pegang teguh amanat Sapta Marga dan Sumpah Prajurit. Jadilah tentara rakyat dan tentara pejuang, yang dicintai dan mencintai rakyat,” pinta Presiden SBY.

Upacara Peringatan HUT ke-68 TNI itu dihadiri oleh Wakil Presiden Boediono, Panglima TNI Jenderal Moeldoko, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Budiman, Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Ida Bagus Putu Dunia dan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Marsetio Kapolri Jendral Timur Pradopo, dan sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II.

Pada akhir upacara dilakukan demonstrasi di antaranya demo keterampilan prajurit, kolone senapan, demo pertempuran jarak dekat, penerjunan free fall, dan akrobatik JAT 6 dengan pesawat KT1-Bee dan fly pass empat pesawar Cassa CN 212, delapan helikopter TNI AD. (Sekab)