ICW: Akil Harus Dijerat Pasal TPPU

Foto: sayangi.com/Okky

Jakarta, Sayangi.com – Mantan Ketua MK Mahfud MD dan Jimly Asshiddiqqie menyebut bahwa Akil Mochtar yang ditangkap KPK karena kasus penyuapan harus dihukum paling maksimal. Jimly meminta sebagai aparat penegak hukum sudah sangat tepat, jika Akil dihukum mati. Sementara Mahfud menyarankan hukuman yang layak untuk Akil adalah penjara seumur hidup.

Peneliti ICW Tamma S Langkun menilai kedua hukuman yang disebutkan oleh mantan ketua MK tersebut sangat tidak berdasar. Sudah sangat jelas dalam Pasal 11 C Undang Undang Tindak Pidana Korupsi, hukuman terberat dalam kasus suap seperti yang didugakan Akil adalah 20 tahun penjara.

“Sudah sangat jelas disebutkan dalam UU. Jadi sangat mustahil AkilĀ  bisa dijerat hukuman mati,” katanya dalam acara diskusi bertajuk ‘Kepemimpinan Demokrasi dan Potret Hukum Indonesia’ yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Gerakan Keadilan (PGK) di Sekretariat PGK, Jalan Tebet Timur Dalam Raya No. 43, Jakarta Selatan, Minggu (6/10).

Pada acara yang juga dihadiri Ketua DPR Marzuki Alie, Pakar Hukum Tata Negara Dr Irman Putra Sidin, dan Ketua Umum PGK Bursah Zarnubi ini, Langkun merekomendasikan bahwa KPK harus bisa membuat terobosan baru dalam kasus Akil, seperti halnya pada kasus korupsi Simulator SIM yang menjerat Irjen Djoko Susilo. Dalam kasus Simulator, KPK membuat terobosan, menjerat pelaku dengan UU Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

“Harusnya dalam kasus Akil, KPK bisa menggunakan UU TPPU. KPK harus melakukan pembuktian terbalik harta yang dimiliki Akil, KPK harus menelusuri asal kekayaannya,” katanya.(GWH)

[iframe width=”420″ height=”315″ src=”//www.youtube.com/embed/O1z-0I5iph0″ frameborder=”0″ allowfullscreen ]