Jangan Jadi Presiden Kalau Tak Tahu Persoalan

Foto: Sayangi.com/Okky

Jakarta, Sayangi.com – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Marzuki Alie yang punya kebiasaan ceplas-ceplos sempat tersipu saat hadirin menggadang-gadangnya sebagai Calon Presiden (Capres) ideal. Namun setelah itu dengan tegas ia berujar: “Saya tak ingin jadi Calon Presiden yang tak tahu apa-apa. Sebaiknya memang jangan jadi Presiden kalau tak tahu persoalan!”

Ucapan Marzuki tadi langsung disambut tepuk sorak hadirin, perserta diskusi publik “Kepemimpinan Demokrasi dan Potret Hukum Indonesia”, yang diadakan oleh Dewan Pimpinan Pusat Perhimpunan Gerakan Keadilan (PGK), di Jl. Tebet Timur Dalam Raya No 43, Jakarta Selatan. Hadir sebagai pembicara, selain Marzuki Alie, DR. Irman Putra Sidin (Pakar Hukum Tata Negara) dan Tamma S. Langkun dari Indonesia Corruption Watch (ICW). Tampil sebagai moderator, Ketua Umum DPP PGK, Bursah Zarnubi.  

“Makanya Calon Presiden itu harus dibedah. Jangan nantinya dia terpilih dan menang hanya karena sering muncul di iklan,” tambah Marzuki, lagi-lagi disambut tawa hadirin. Ia bak menyindir sejumlah kontestan Capres yang kerap mempromosikan diri di layar gelas.

Ketika ditanya peserta diskusi, apakah kelak jika lolos dari Konvensi Partai Demokrat dan terpilih sebagai Presiden, akan berubah dan sulit ditemui seperti para pendahulunya? Lelaki kelahiran Palembang, 6 November 1955 ini menampik. “Saya tidak akan pernah berubah. Nomor hape saya dari dulu ya itu-itu saja, sejak sebelum menjadi Ketua DPR, dan hape itu saya pegang sendiri. Nomor ini sudah diketahui orang se-Indonesia. Tidak ada yang saya rahasiakan,” tandasnya.

Dia lantas mengundang para mahasiswa dan pemuda yang ingin menemuinya di rumah dinas, untuk berdiskusi. “Rumah dinas saya itu memang saya peruntukkan untuk bertemu dengan masyarakat. Namanya juga rumah dinas. Silakan datang. Tapi jangan satu persatu, capek nanti saya melayaninya,” canda Marzuki, untuk kesekian kali disambut tawa hadirin.  

Tapi bagaimana kalau kalah di Konvensi Partai Demokrat, sehingga gagal berebut kursi Presiden di Pemilu 2014 mendatang? “Saya sudah bilang ke Pak SBY, biarlah saya mengurus Partai. Karena pembenahan bangsa ini juga harus dimulai dari partai. Partai Politiklah yang menyiapkan seseorang menjadi pemimpin,” pungkasnya santai. (MSR)