Banyak Orang Borong Ayam Jelang Idul Adha

Foto: Sayangi.com/Emil

Pangkalpinang, Sayangi.com – Dinas Pertanian dan Perternakan Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung (Babel) menyebutkan, permintaan warga terhadap daging ayam meningkat menjelang Idul Adha.

“Tingkat konsumsi daging ayam warga selama Idul Adha mencapai 10.000 ekor ayam per hari jika dibandingkan kebutuhan pada hari biasa sebanyak 5.000 ekor,” ujar Kabid Pertenakan Pangkalpinang, Ghozali Efendi di Pangkalpinang, Minggu.

Menurut dia, kebutuhan setiap masyarakat pada Lebaran rata-rata satu hingga dua kg daging ayam sebagai tambahan daging kurban. Ia mengatakan, kebutuhan daging ayam selama Idul Adha mencukupi seiring meningkatnya pertenakan dan populasi ayam di masing-masing kecamatan dan kelurahan di Kota Pangkalpinang.

“Saat ini persediaan ayam untuk kebutuhan Idul Adha di pertenakan ayam di Pangkalpinang berkisar 9.000 hingga 10.000 ekor siap panen,” katanya. Selain itu, untuk mengantisipasi kekurangan ayam pada saat Lebaran, pedagang juga akan mendapatkan pasokan dari Palembang dan Sumsel.

Menurut dia, untuk menjaga kehalalan, keamanan dan kesehatan pada ayam yang akan dikosumsi masyarakat pada Idul Adha, pihaknya akan mengawasi kesehatan ayam di setiap peternakan di Kota Pangkalpinang. Selain itu juga mengawasi kesehatan ayam yang didatangkan dari Pulau Sumatera untuk mencegah masuknya berbagai penyakit yang menyebabkan gangguan kesehatan masyarakat.

“Kami bersama pihak Balai Karantina Pelabuhan Pangkalbalam dan Dinas Kesehatan akan melakukan pengawasan kesehatan ayam yang diperjualbelikan di pasaran. Apabila ada ayam yang dicurigai sakit dan mati kita akan melakukan tindakan tegas dengan mengamankan untuk dimusnahkan,” ujarnya.

Untuk itu, ia berharap para peternak dan pedagang tidak menjual ayam yang berpenyakit karena akan menyebabkan gangguan kesehatan konsumen. Demikian juga masyarakat diharapkan jeli dan teliti membeli ayam untuk dikosumsi. “Pilihlah ayam yang lincah, sehat dan bersih. Diharapkan masyarakat juga membeli ayam yang masih hidup karena lebih terjamin kehalalan dan kesehatan dagingnya,” ujarnya. (MSR/ANT)