Bagaimana Kesiapan Jamaah Haji di Armina?

Foto: setkab.go.id

Makkah, Sayangi.com – Menteri agama yang juga Amirul Hajj Indonesia Suryadharma Ali akan meninjau kesiapan di Arafah, Muzdalifah dan Mina menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji.

“Saya akan ke Armina untuk lihat kesiapan di sana, dapur-dapur katering,” kata Suryadharma usai melaksanakan umroh di Masjidil Haram, Makkah, Minggu (6/10/2013).

Soal pelayanan katering, Menag berharap tidak akan ada lagi jemaah yang keracunan akibat makanan yang basi. Ia juga mengharapkan adanya pengawasan mutu bahan makanan, proses penyiapan, pemasakan, dan pendistribusiannya.

Kepada jemaah haji Indonesia, Menag mengimbau agar mereka menjaga kesehatan, makan makanan yang bergizi, cukup minum, dan tidak memaksakan fisiknya.

“Kadang tidak peduli umur, penyakit, sehingga pada saat pelaksanaan haji sudah tidak kuat,” katanya dan menambahkan bahwa kegiatan di Arafah, Muzdalifah dan Mina membutuhkan kekuatan fisik.

Sementara itu, tentang kemungkinan penambahan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) di Arafah, Suryadharma mengatakan tidak akan ada penambahan karena keterbatasan ruang.

“MCK tidak akan ada penambahan di Arafah maupun Mina karena ada keterbatasan ruang. Kita minta tambahan meja prasmanan saja tidak dapat karena keterbatasan ruang,” katanya.

Masjidil Haram

Suryadharma yang baru tiba di Makkah Minggu pagi itu menilai kondisi Masjidil Haram yang sedang direnovasi cukup baik dan nyaman bagi jemaah yang melaksanakan tawaf maupun sai.

“Saya lihat keadaan Masjidil Haram meskipun renovasi pengaturannya baik, jemaah bisa tawaf dan sai dengan santai sehingga sangat teratur dan tidak desak-desakan, sehingga jamaah bisa tawaf dan sai dengan santai, tidak seperti dibayangkan sebelumnya,” ujarnya didampingi Duta Besar RI untuk Arab Saudi Gatot Abdullah Mansyur.

Namun, ia kembali mengingatkan jamaah untuk tetap waspada terhadap tindak kejahatan di Masjidil Haram, karena meskipun jumlahnya mengalami penurunan namun masih terjadi.

Sejauh ini, menurut dia penyelenggaraan haji berjalan dengan baik dan tidak ada hambatan yang berarti.

“Hingga saat ini sudah 333 kloter tidak ada hambatan. Mudah-mudahan sampai tahap terakhir tidak ada masalah serius.” (MI