SBY Ajak CEO APEC Investasi di Indonesia

Foto: Antara

Nusa Dua, Sayangi.com – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengundang para CEO APEC untuk berinvesatasi di Indonesia, saat berpidato di pembukaan APEC CEO Summit di Nusa Dua, Bali, Minggu (6/10).

“Sebagai kepala penjualan Indonesia Inc, sebagai sebuah perusahaan berupa negara, saya mengundang Anda semua untuk meningkatkan peluang bisnis dan investasi di Indonesia,” kata Presiden Yudhoyono. Menurut Kepala Negara, APEC telah menjadi salah satu penggerak dalam pertumbuhan dan pemulihan ekonomi global karena perannya yang besar, yakni mencapai 44 persen atas perdagangan dan investasi di dunia dilakukan oleh ekonomi APEC.

Terkait hal ini, Presiden mengatakan Indonesia memiliki potensi yang besar sebagai tujuan investasi dengan pertumbuhan ekonomi yang stabil yang mencapai enam persen di beberapa tahun terakhir, perkembangan demokrasi yang terus mengakar, pertumbuhan kelas menengah yang pesat, dan reformasi birokrasi yang terus- menerus.

Sementara sebagai organisasi, ekonomi APEC diharapkan tumbuh 6,3 persen di 2013 dan 6,6 persen di 2014, yang dua kali lebih besar dari perkiraan IMF terhadap pertumbuhan global.

Namun, Presiden juga menggarisbawahi Indonesia dan APEC harus bekerja sama untuk menghadapi tantangan persaingan global dengan mencegah proteksionisme, mengintensifkan investasi untuk menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pembangunan infrastruktur. “Kita juga harus memperkuat peran perempuan, UKM, dan meningkatkan konektivitas untuk mencapai ekonomi yang inklusif menuju pertumbuhan yang berkelanjutan dan berkeadilan,” kata Kepala Negara.

APEC CEO Summit diselenggarakan oleh APEC Business Advisory Council (ABAC) di NUsa Dua, Bali, pada 6-7 Oktober, untuk saling mengemukakan pendapat sektor publik di ekonomi-ekonomi APEC terkait kebijakan yang akan diambil oleh para pemimpin APEC.

Pada 7 Oktober, APEC CEO akan bertemu para pemimpin APEC untuk mengemukakan rekomendasi kepada 21 pemimpin ekonomi APEC dan laporan tentang hasil-hasil pertemuan ABAC sepanjang tahun 2013. (MSR/ANT)