Hewan Kurban Ini Malah Diminati Warga Amerika

Sukabumi, Sayangi.com – Permintaan hewan kurban sapi asal Sukabumi bukan hanya diminati dalam negeri tetapi juga oleh sejumlah warga Amerika Serikat akan dikurbankan pada hari raya umat Islam tersebut.

“Pemesan sapi kurban sudah mulai mengalami peningkatan mendekati lebaran ini, bahkan sapi yang kami jual sudah mulai dipesan dari pemesan yang ada di Seatle, Amerika Serikat,” kata salah seorang pemilik showroom sapi CV Hikmah Putra di Sukabumi Ichwan Hamid kepada Antara, Minggu (6/10/2013).

Menurut Ichwan, adanya peminat sapi yang dibesarkan di Sukabumi ink karena adanya jaminan kesehatan dan kualitas dagingnya pun tinggi. Biasanya pemesan dari luar negeri memilih sapi yang berukuran hingga satu ton seperti sapi keturunan simental, brahman, dan benggolo.

Lebih lanjut, bahkan untuk pembeli lokal dari Sukabumi banyak yang memilih sapi yang ukurannya besar yang rata-rata berukuran di atas 200 kg. Namun jika dibandingkan dengan tahun lalu memang ada penurunan omset penjualan karena naiknya harga sapi sekitar 30 persen.

Selain itu, harga sapi yang dijual rata-rata berkisar dari Rp9 juta hingga Rp60 juta setiap ekornya. Namun ternyata selain banyak warga yang membeli sapi untuk dikurbankan ada juga yang sengaja membeli untuk dibiakkan atau digemukan.

“Walaupun harga sapi mahal tetapi cendurung pembelian meningkat, karena satu ekor sapi bisa untuk berkurban sebanyak tujuh orang dan jika dibandingkan dengan harga kambing yang mencapai Rp3,5 juta pengkurban memilih berkurban sapi,” tambahnya.

Dikatakannya, sapi yang dijual di lapaknya selain sapi yang digemukan sendiri oleh pihaknya juga dikirim dari Pekalonhan dan Pati, Jawa Tengah. Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan pihaknya sudah bekerjasama dengan para suplayer untuk menyediakan sapi cadangan.

Selain itu, untuk menarik minat pembeli pihaknya juga menyediakan jasa cuci dan pelihara sapi gratis hingga waktu kurban. Sehingga sapi yang nantinya akan dikirim ke si pembeli dalam kondisi bersih, sehat dan terbebas dari penyakit ternak.

“Setiap sapi yang dibeli selalu kami lengkapi surat sertifikat keterangan kesehatan hewan ternak dari pemerintah daerah setempat dan kami pun setiap hari memeriksa kesehatan sapi,” kata Ichwan.

Sementara, Kasi Kesehatan Masyarakat Vertiner Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Sukabumi, Riki Barata menambahkan pihaknya akan terus mengawasi setiap penjualan hewan kurban khawatir ada ternak yang mengidap maupun mempunyai riwayat penyakit hewan ternak seperti antrax.

“Walaupun sampai saat ini kami belum menemukan adanya hewan kurban yang berpenyakit tetapi pengawasan terus kami tingkatkan, sampai saat ink ada sekitar 20 lapak yang menjual hewan kurban mendekati Idul Adha ini,” tambah Riki. (Ant)