Setelah Ketua MK Diciduk KPK, Fahri: Tak Ada Lagi Orang Suci

Foto: sayangi.com/Hurri

Palu, Sayangi.com – Anggota Komisi III DPR RI Fahri Hamzah mengatakan, penangkapan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar oleh KPK menunjukkan tidak ada orang suci di negeri ini. Oleh karenany, Akil yang diciduk dalam dugaan suap penanganan kasus sengketa pilkada tidak perlu didramatisasi secara berlebihan.

“Tidak usah didramatisasi seolah-olah dunia ini mau kiamat. Ya biasa saja, dan orang suci itu tidak ada lagi,” kata Fahri di Palu, Minggu (6/10/2013).

Fahri berkunjung ke Palu mendampingi Presiden Partai Keadilan Sejahtera Anis Matta dalam kunjungan politik dengan para kader partai itu di Sulawesi Tengah.

Anis melakukan sejumlah agenda antara lain bertatap muka dengan masyarakat Kota Palu dan internal pengurus PKS.

Fahri mengatakan kasus yang menimpa Akil Mochtar harus diselesaikan secara hukum. KPK juga harus memroses hukum kasus yang menimpa mantan politisi Partai Golkar itu.

Dia mengatakan semua prosedur hukum terkait hakim konstitusi itu sudah ada aturannya, sehingga penyelesaian pengganti Akil harus dilakukan sesuai prosedur yang ada.

“Mahkamah Konstitusi tinggal mengajukan ke DPR, selanjutnya DPR yang akan memproses siapa yang layak menggantikan Akil,” jelas dia.

Mantan Wakil Ketua Komisi III DPR itu mengatakan dari tiga unsur yang mensuplai sembilan hakim konstitusi, yakni DPR, Mahkamah Agung dan Pemerintah, DPR sudah sangat terbuka karena mereka yang diajukan ke MK melalui uji kepatutan dan kelayakan secara terbuka.

“Dari semua lembaga yang mensuplai hakim konstitusi itu, DPR yang harus dipertahankan karena representasi dari seluruh rakyat,” katanya. (MI/Ant)