Meski Janggal, KPU Lebak Tetap Laksanakan PSU Pilkada

Foto: sayangi.com

Lebak, Sayangi.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lebak, Banten, tetap akan melaksanakan PSU Pilkada lebak meski pun sejumlah kalangan menilai keputusan MK tentang PSU itu janggal.

Menurut Ketua KPU Kabupaten Lebak Agus Sutisna di Rangkasbitung, Minggu (6/10), pihaknya tetap melaksanakan PSU karena keputusan MK sudah final dan mengikat sehingga tidak bisa dianulir, meskipun Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan tersangka Ketua MK Akil Mochtar, terkait dugaan suap pilkada Lebak.

Selain itu, katanya, yang terlibat suap di lembaga tertinggi negara hanya seorang diri dan tidak melibatkan delapan hakim lainya.

“Saya kira kasus suap ini hanya menimpa Ketua MK Akil Mochtar saja dan tidak bisa menggugurkan keputusan perintah MK untuk melaksanakan PSU di seluruh TPS,” katanya.

Kendati demikian, hingga saat ini KPU Lebak belum menetapkan jadwal PSU pemilihan kepala daerah setempat, sesuai dengan amar putusan Mahkamah Konstitusi.

“Kami berharap November mendatang sudah bisa dilaksanakan jadwal pemungutan suara ulang (PSU) Pilkada Lebak,” kata Ketua KPU Kabupaten Lebak Agus Sutisna di Rangkasbitung, Minggu.

Pihaknya sedang membahas tahapan-tahapan pelaksanaan PSU Pilkada Lebak agar tidak melanggar perundang-undangan.

Sesuai amar putusan MK dengan diberikan tenggat waktu selama 90 hari.

Oleh karena itu, pihaknya akan melaksanakan tahapan-tahapan PSU, antara lain pelelangan peralatan, peraga kotak suara, dan keperluan lainya.

Biaya pelaksanaan PSU itu, katanya, sudah dialokasikan melalui APBD setempat sekitar Rp9,2 miliar.

Setelah itu, katanya, sosialisasi dan pembinaan kepada petugas penyelenggara pemilu mulai tingkat desa atau kelurahan sampai dengan kabupaten.

“Kami berharap PSU ini menjadi lebih baik dan transparan, sehingga tidak ditemukan kecurangan-kecurangan pilkada,” katanya. (ANT)