Cermin Kasus Akil: 6 Koruptor China yang Dihukum Mati

whintjie.blogspot.com

Sayangi.com – Didorong rasa teramat marah, Jimly Assihdiqie mengatakan, “Akil Mochtar pantas dihukum mati”. Bagaimana tidak, sebagai orang yang pertama membesarkan MK, setelah tertangkapnya sang ketua dengan kasus sogok yang memalukan (2/10), maka keluhuran nama MK yang dibangunnya dengan susah payah itu menjadi runtuh.

Begitu pula Mahfud Md, ketua MK ke dua ini pun melontarkan hukuman seberat-beratnya bagi Akil. Mahfud juga merupakan orang yang sangat berjasa membesarkan dan mengharumkan nama MK.

Setelah itu, beberapa tokoh, masyarakat, kelompok Ormas, LSM-LSM dan para mahasiswa juga telah melakukan aksi-aksi desakan agar hukuman mati dapat dikenakan bagi Akil. 

Sebenarnya, ekspresi masyarakat itu bukanlah tidak berdasar. Selama ini, masyarakat melihat hukuman-hukuman terhadap koruptor sungguh tidak memberi efek jera. Bahkan dalam hukum positif yang berlaku, para Koruptor di Indonesia paling tinggi hanya mendapatkan hukuman maksimal 20 tahun penjara. Pengalaman selama ini para koruptor yang sudah mendapatkan sanksi hanya mendapatkan hukuman ringan, rata-rata antara 2 hingga 7 tahun saja. Jadi, kalau hukuman mati dapat diterapkan, mungkin korupsi sebagai penyakit akut bangsa ini dapat ditangkal.

Terlepas dari adanya tanggapan berbagai pihak yang tidak setuju dengan hukuman mati, tetapi ekspresi masyarakat ini perlu juga dipikirkan oleh para pengambil kebijakan dan para ahli hukum jika komitmen memberantas korupsi itu akan terus ditegakkan. 

Sebagai perbandingan, marilah menengok bagaimana negeri China memberantas korupsi. Di Negeri yang terkenal dengan tirai bambu ini, hukuman mati sudah dimulai sejak masa Zhu Rongji (1997). Saking tegasnya Zhu pada korupsi, dia pun sempat melontarkan ucapan yang kemudian melegenda. “Beri saya 100 peti mati, 99 akan saya gunakan untuk mengubur para koruptor, dan 1 untuk saya kalau saya melakukan tindakan korupsi,” kata Zhu.

Hukuman keras dan tegas yang diterapkan Zhu memang tanpa pandang bulu. Tercatat sejumlah pejabat pemerintah hingga orang kaya dan berkuasa yang terbukti korupsi dihukum mati.

Berikut 6 pejabat koruptor China yang ditembak mati.

1. Wakil Walikota Hangzhou, Xu Maiyong (52 th).
Xu Maiyong divonis mati pada 2011, karena terbukti menerima suap jutaan dollar. Xu yang berusia 52 tahun dieksekusi pada Juli 2011. Xu kerap melakukan intervensi dan bermain dalam proyek-proyek di wilayahnya, Hangzhou, kawasan di China Timur yang tengah berkembang. Selain bermain dalam proyek, dia juga ikut membantu pengurangan pajak. Dia terbukti menerima suap sinilai US$ 22,4 juta.

2. Wali Kota Suzhou, Jiang Renjie (62 th).
Jiang Renjie diekskusi pada Juli 2011. Dia ditembak mati karena korupsi. Selaku pejabat negara dia dianggap lalai dan melakukan perbuatan korupsi dengan menerima suap hingga pukuhan juta dollar. Jiang terbukti menerima suap dari perusahaan pengembang perumahan. Selain penyuapan dia juga dinilai terbukti melakukan penggelapan dan penyalahgunaan kekuasaan.

3. Pejabat Bank, Xiao Hongbo (37 th).
Xiao Hongbo dihukum mati pada 2001. Xiao bekerja sebagai manajer cabang Bank Konstruksi China, salah satu bank BUMN. Dia dinilai telah merugikan bank itu senilai Rp 3,9 miliar. Xiao menggunakan uang korupsi itu untuk membiayai 8 pacarnya. Dia juga menggunakan uang itu untuk bergaya hidup mewah. Dia dihukum mati pada 2001. Saat itu, 8 pacarnya menangisi kepergian bankir yang royal tersebut.

4. Pejabat Partai Komunis, Cheng Kejie Wakil ketua Kongres Rakyat Nasional.
Cheng Kejie sebenarnya sudah meminta pengampunan kepada Presiden Zhu Rongji. Namun upaya itu tak digubris, hukuman mati tetap digelar pada tahun 2000. Cheng terbukti menerima suap US$ 5 juta. Bukan hanya Cheng, istrinya pun Li Ping dipenjara. Pengadilan juga menyita seluruh harta kekayaan milik pasangan itu.

5. Pejabat Provinsi Jiangxi, Hu Chang-qing Hu.
Hu terbukti menerima suap berupa mobil dan uang mencapai Rp 5 miliar. Selama menjabat dia pun terbukti ikut bermain-main dalam proyek pemerintah. Vonis pengadilan berupa hukuman mati pun diberikan kepadanya dan dieksekusi pada tahun 2000.

6. Menteri Kereta Api China, Liu Zhijun (60 th)
Liu Zhijun dihukum mati karena melakukan korupsi dan penyelewengan kekuasaan. Pengadilan menemukan bahwa antara 1986 dan 2011 Liu menerima sekitar $10,5 juta uang semir atau korupsi. Ia juga bersalah menggunakan statusnya sebagai pejabat tinggi untuk memberi keuntungan kepada 11 mitra kerjanya. Lelaki itu juga resmi didakwa menerima suap dan menyalahgunakan wewenang pada April 2011.

Namun, sedikit meringkan Liu Zhijun hukumannya ditangguhkan dua tahun. Menurut Pengadilan Beijing penangguhan hukuman mati bagi Liu karena ia bersikap terus terang selama prosesnya dan telah membantu pengadilan untuk mendapatkan kembali sebagian dana yang dikorupsi itu.

(Dari Berbagai Sumber)