Pemprov DKI Bakal Razia Hewan Kurban ‘Bodong’

Foto: sayangi.com/Emil

Jakarta, Sayangi.com – Kepala Suku Dinas (Sudin) Peternakan dan Perikanan Jakarta Selatan, Agung Priambodo mengatakan akan memulangkan hewan yang tidak dilengkapi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) atau ‘bodong’ ke daerah asal dan hewan tersebut tidak boleh dijual. Hal itu dilakukan untuk mencegah peredaran hewan kurban yang tidak layak jual dan dikonsumsi.

“Jika memang ditemukan tanpa SKKH, maka hewan tidak bisa dijual, dan akan kita kembalikan ke tempat asalnya,” katanya, saat dikonfirmasi Sayangi.com, Senin (7/10).

Menurut Agung, hewan yang tidak layak kurban itu ditakutkan terjangkit Anthrax. Untuk memantau kondisi hewan kurban, pihaknya mengerahkan petugas yang nantinya dibantu oleh mahasiswa Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) ke sejumlah lokasi penampungan. Pemeriksaan akan terus dilakukan hingga H+3.

“Pengecekan kesehatan hewan meliputi mata, hidung, suhu badan, gigi, dan sampel darah. Kemarin, (Minggu, 6/10), kami sudah melakukan sosialisasi pemotongan kepada panitia pemotong hewan kurban di Aula Taman Ternak Ragunan,” papar Agung.

“Kami berharap dengan adanya sosialisasi ini dapat meningkatkan tata cara pemotongan hewan kurban yang sesuai dengan syariat Islam serta meningkatkan kualitas daging kurban,” lanjut Agung. (GWH).