Rupiah Menguat, IHSG Naik Tipis

Ilustrasi foto: Antara

Jakarta, Sayangi.com – Mata uang rupiah pada Senin pagi yang ditransaksikan antarbank di Jakarta bergerak menguat sebesar 121 poin menjadi Rp 11.195 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp 11.316 per dolar AS.

“Kondisi pemerintahan AS yang sedang pelik, sementara data ekonomi Indonesia positif memberikan berkah bagi kurs rupiah terus mengalami kenaikan,” kata Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada di Jakarta, Senin (7/10).

Reza Priyambada menambahkan, penguatan kurs rupiah juga seiring dengan mata uang yen dan mata uang Asia lainnya yang memanfaatkan pelemahan dolar AS seiring dengan berhentinya sebagian kegiatan (partial shutdown) departemen pemerintahan AS.

Sementara itu, analis Monex Investindo Futures Zulfirman Basir menambahkan, serangkaian data ekonomi Indonesia masih cukup positif untuk mendorong penguatan mata uang domestik terhadap dolar AS, dimana inflasi melambat, indeks manufaktur meningkat, dan neraca perdagangan mencatatkan surplus. Kesepakatan fasilitas “swap” antara Bank Indonesia (BI) dengan bank sentral China juga dapat menjaga kecukupan dana BI untuk melanjutkan intervensi di pasar.

“Kondisi itu masih dapat memberikan sentimen positif untuk rupiah. Meski demikian, penguatan masih rapuh seiring investor tetap waspada dengan berlanjutnya penutupan sebagian aktivitas pemerintahan AS,” katanya.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin dibuka naik tipis sebesar 3,19 poin dikarenakan minimnya sentimen positif baru. IHSG BEI dibuka naik 3,19 poin atau 0,07persen menjadi 4.392,55. Sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 0,82 poin (0,11 persen) ke level 733,72.

“IHSG dibuka menguat namun masih terbatas karena belum adanya sentimen positif baru di pasar,” kata Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada di Jakarta, Senin. Reza Priyambada menambahkan melemahnya mayoritas bursa saham di kawasan Asia dapat menjadi sentimen negatif bursa saham domestik, indeks BEI pun dimungkinkan akan bergerak mudah berubah (volatile).

“Hambatan IHSG dalam mempertahankan tren kenaikan jangka pendeknya, kemungkinan karena masih berlanjutnya aksi ambil untung. Diperkirakan indeks BEI pada Senin ini bergerak di kisaran 4.380–4.430 poin,” kata dia.

Sementara itu, Tim Analis Teknikal Mandiri Sekuritas dalam kajiannya mengemukakan bahwa sentimen dari dalam negeri investor cenderung melakukan “wait and see” menanti pengumuman tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) pada pekan ini.

“Di sisi lain, kalangan pasar juga menanti kepastian atas kesepakatan pagu utang (debt ceiling) AS, yang harus diputuskan selambat-lambatnya pada 17 Oktober 2013,” paparnya.

Diprediksi, IHSG akan bergerak berfluktuasi untuk kembali berada dalam fase konsolidasi dalam jangka pendek. Kisaran IHSG untuk Senin ini berada dalam level batas bawah 4.371–4.352 poin dan batas atas 4.410–4.431 poin.

Bursa regional, diantaranya indeks Hang Seng melemah 195,46 poin (0,84 persen) ke level 22.943,08, indeks Nikkei-225 turun 115,76 poin (0,83 persen) ke level 13.909,23, dan Straits Times melemah 0,31 poin (0,01 persen) ke posisi 3.137,77. (MSR/ANT)