Polsek Dikepung Warga, Polisi Obral Peluru

Foto: antara

Tangerang, Sayangi.com – Ratusan warga Desa Pabuaran, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Banten menggeruduk dan mengepung Polsek Pagedangan, Minggu (6/10) malam. Tindakan tersebut dilandasi karena emosi mendengar salah satu anggota polsek berinisial E telah memukuli Anggi Gunawan (16), seorang warga hingga babak belur.

Mereka datang untuk meminta Kapolsek Pagedangan AKP Murodih menindak tegas anggotanya yang telah menganiaya Anggi. “Kami datang untuk bertemu dengan oknum petugas dan meminta pertanggungjawaban. Jika tidak, kami tidak akan pulang,” teriak warga di halaman Polsek Pagedangan Senin (7/10) dinihari.

Berdasarkan informasi yang diperoleh di lapangan, pemukulan terjadi saat petugas Polsek Pagedangan membubarkan aksi balap liar yang dilakukan anak muda di Jalan Cigaten, Pagedangan, Kabupaten Tangerang Minggu (6/10) sore.

Anggi bersama teman-temannya yang saat itu tengah duduk di atas sepeda motor yang diparkir di pinggir jalan tiba-tiba terjatuh dan dipukuli salah satu oknum Polsek Pagedangan. Anggi dikira sebagai salah satu peserta balap motor liar.

Menurut warga, tindakan yang dilakukan oknum petugas membubarkan aksi balap liar di Jalan Cigaten, kawasan perumahan elit Paramount Serpong, Minggu (6/10) sore, dinilai sangat berlebihan. Pasalnya Anggi bersama teman-temannya tidak mengikuti balapan liar.

”Akibatnya, kaki dan tangan korban patah. Sekarang dirawat di rumah sakit,” ujar warga.

Warga yang terus berdatangan, membuat Kanit Reskrim Polsek Pagedangan, Aiptu Hararap segera menenangkan warga. Harahap meminta warga untuk membubarkan diri dengan tertib. Pihaknya juga berjanji akan menindak oknum polisi tersebut bila terbukti melakukan penganiayaan. Namun, warga tak peduli. Mereka terus berkerumun, sehingga membuat polisi terpaksa melepaskan tembakan peringatan ke udara. Mendengar letusan senjata, warga pun kemudian meninggalkan Polsek Pagedangan.

Kapolsek Pagedangan, AKP Murodih membantah tudingan warga yang menyebut anggotanya melakukan pemukulan. Menurutnya, seorang saksi di lokasi kejadian melihat korban terjatuh dan tertimpa sepeda motornya ketika anggotanya tengah membubarkan aksi balap liar yang meresahkan pengguna jalan.

“Ketika petugas datang, pembalap liar dan penontonnya panik berhamburan kabur. Dalam situasi itu korban terjatuh dan tertimpa motornya,” kata kapolsek.

Murodih menyebut, pihaknya bersama tokoh masyarakat, telah mendatangi rumah sakit untuk melihat kondisi korban. Menurut keterangan dokter, korban hanya mengalami luka ringan. Dalam kesempatan itu, kapolsek kemudian memberikan santunan ke keluarga korban untuk biaya pengobatan.(GWH)