Obesitas Usia Remaja, Picu Anak Derita Diabetes

Foto: stuff.co.nz

Jakarta, Sayangi.com – Hampir 18 persen anak-anak dan remaja di Amerika Serikat mengalami obesitas, menurut US Centers for Disease Control. Angka tersebut hampir tiga kali lipat sejak tahun 1980. Bagaimana dengan Indonesia? Tak berbeda jauh, Indonesia menempati posisi ke 9 sebagai negara penderita diabetes terbanyak di dunia karena pengaruh obesitas. Diabetes Atlas IDF memperkirakan Indonesia akan memiliki sekitar 12 juta penduduk yang menderita diabetes. Sebanyak 2 juta remaja atau sekitar satu dari enam remaja usia 12 hingga 19 tahun sudah memasuki tahap pre diabetes.

Kurangnya berolahraga akan membuat energi berlebih sementara asupan kalori tidak tersalurkan. Sisa energi ini yang akan tersimpan di tubuh dalam bentuk lemak. Lemak akan picu obesitas yang menyebabkan resistensi insulin dan memicu diabetes tipe II yang kini banyak menjadi masalah yang serius pada remaja dan anak-anak. Lanta bagaimana menjadikan anak sehat dan jauh dari obesitas serta diabetes?

1. Batasi waktu menonton televisi untuk anak anda baik di fasilitas rumah, sekolah dan tempat penitipan anak.

2. Jika anak-anak dititipkan dalam jasa perawatan anak atau pembantu, periksa dan pastikan bahwa camilan sehat dan minuman lah disajikan, dan bahwa ada banyak aktivitas fisik yang akan dilakukan sepanjang hari. Lebih aman lagi, jika anda menyertakan makanan yang dibawa dan mencatat list makanan atau minuman apa saja yang tidak boleh diberikan pada anak untuk diberikan pada sang perawat.

3. Menawarkan banyak anak buah dan sayuran, dan membatasi makanan tinggi lemak dan gula. Memperkenalkan sayuran dan buah dari masa-masa MPASI (diatas 6 bulan) akan membuat anak tak terbiasa jajan dan lebih mudah mengkonsumsi sayur dan buah. Akan lebih baik lagi, jika anda meluangkan waktu untuk membuat kudapan bagi mereka yang tengah dalam usia aktif.

4. Sajikan air putih pada anak anda, bukan minuman manis.

5. Dorong anak Anda untuk mendapatkan aktivitas fisik setiap hari. Misalnya dengan mengajaknya berjalan-jalan pagi atau jogging di sore hari setiap hari. Untuk anda para ayah, di waktu libur bisa mengajak anak-anak untuk berenang bersama atau main bola dan bulu tangkis. Orang tua yang menemani anak-anak berolahraga akan membuat anak makin semangat ikut berolahraga. (FIT)