Ruhut Dicaci dan Dipuji, Lalu Diganti Pieter Zulkifli

Foto: Sayangi.com/Chapunk

Jakarta, Sayangi.com – Beragam komentar muncul menyusul mundurnya Ruhut Sitompul dari pencalonan sebagai Ketua Komisi III DPR-RI.

Ketua Presidium Indonesia Police Watch, Neta S. Pane menyayangkan keputusan dan langkah Ruhut Sitompul, karena IPW – kata Neta – mendukung Ruhut untuk menjadi orang nomor satu di Komisi yang membidangi hukum dan HAM tersebut.

“Dari penelusuran IPW, tidak ada indikasi Ruhut terlibat dalam mafia proyek di Polri, sehingga diharapkan Ruhut bisa mendorong perubahan di tubuh Polri, terutama dalam memberantas mafia proyek maupun mafia jabatan,” jelas Neta melalui siaran persnya kepada Sayangi.com, Senin (7/10).

Ditambahkan oleh Neta, selama ini manuver sejumlah oknum legislatif sangat mengganggu jenderal-jenderal di Polri. Para jenderal tersebut sering tidak berdaya ketika proyek-proyek strategis di Polri “dipecundangi” oknum-oknum tersebut. Oknum-oknum itu sangat khawatir jika Ruhut tampil sebaga Ketua Komisi III. “Jika jadi Ketua Komisi III, Ruhut diharapkan bisa memberantas praktik-praktik mafia proyek. Namun sayang, keinginan Neta itu tak menjadi kenyataan.

Sementara itu, Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Amir Syamsuddin mengapresiasi langkah Ruhut Sitompul yang mengundurkan diri sebagai calon tunggal Ketua Komisi III DPR RI. “Saya tentunya mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Ruhut,” kata Amir saat dijumpai di Gedung MPR/DPR/DPD RI Jakarta, Senin (7/10).

Menteri Hukum dan HAM datang mengunjungi Komisi III dalam rangka menyerahkan daftar isian masalah rencana Kitab Undang-undang Hukum Pidana dan Perdata (Undang-Undang KUHP). “Saya hargai Ruhut karena dia lebih mengedepankan eskistensi Komisi III daripada kepentingan pribadinya,” kata Amir.

Ruhut sendiri, seusai mengundurkan diri menyatakan, dia sudah melaporkan jalannya sidang kepada Ketua Umum, Ketua Harian, dan Sekjen PD. Sebagai gantinya, Fraksi Demokrat mengusulkan nama Pieter Zulkifli sebagai Ketua Komisi III DPR RI. (MSR)