Kesalahan Mitos Mr.P yang Menyesatkan

Foto/Ilustrasi : m.totabuan

Jakarta, Sayangi.com – Jika selama ini para pria terlanjur percaya kepada mitos yang mengatakan bahwa semakin besar ukuran alat vital, maka semakin tinggi tingkat kepuasan pasangan, maka anda salah besar. Pada dasarnya tidak ada kaitannya sama sekali, antara ukuran Mr.P dengan tingkat kepuasan seksual seseorang. Meskipun zaman semakin modern dan canggih, tampaknya masyarakat awam terlanjur percaya pada anggapan bahwa tolak ukur kejantanan seorang pria adalah terletak dari besar kecilnya ukuran Mr.P mereka. Tak heran semakin banyak produk yang dipercaya dapat memperbesar ukuran alat vitalpun bermunculan.

Menurut Dr. Sanjay Chugh, seorang psychiatrist mengatakan bahwa Mr.P yang berukuran kecil memiliki kapasitas ereksi yang jauh lebih besar ketimbang Mr.P dengan ukuran besar. Sementara vagina sendiri memiliki banyak elastisitas dan dapat beradaptasi dengan berbagai ukuran milik laki-laki, tak peduli apakah besar atau kecil.

Mitos yang berkembang mengenai ukuran tersebut dikarenakan pada dasarnya pengetahuan seksualitas kita yang rendah. Intinya untuk memuaskan pasangan adalah tidak harus memiliki Mr.P yang besar. Yang terpenting adalah dimana Mr.P itu bisa ereksi dengan sempurna atau mampu dipertahankan sesuai dengan yang diinginkan.

Ukuran Mr.P rata-rata orang Indonesia adalah berkisar 7-9 cm, jadi meskipun seseorang memiliki ukuran Mr.P dibawah rata-rata, asalkan bisa ereksi dengan sempurna pasti bisa memuaskan pasangannya di ranjang. Buat apa Mr.P besar tapi tidak dapat mempertahankan ereksi dengan sempurna.

Sementara mitos yang mengatakan pria akan bangga jika melakukan penetrasi hingga “mentok” atau dengan kata lain menyentuh mulut rahim inipun merupakan kekeliruan dan kesalahan besar.

Dikatakan mentok, karena pada dasarnya si wanita belum siap melakukan penetrasi. Jika wanita terangsang, maka secara otomatis vaginanya akan memanjang dan melembung dibagian belakang, jadi penis tidak akan mentok.

Kesalahan mitos yang terjadi selama ini disebabkan oleh tabunya seks dibicarakan di negara timur seperti Indonesia. Akibatnya banyak pasangan yang menutup diri dan malu bahkan untuk membicarakan dengan pasangannnya sendiri. Sehingga masing-masing hanya akan terus menduga apakah pasangannya puas atau tidak dengan melalui bahasa tubuh saja. Jadi cobalah untuk sebisa mungkin mengkomunikasikan dengan pasangan anda secara terbuka. Yang paling penting, hindarilah mengkonsumsi obat kuat dan semacamnya karena meski bisa berguna sesaat, obat itu justru merusak fungsi ereksi mr. P secara berkala. (FIT)