Di Jabodetabek, 13.683 Sapi Disiapkan Untuk Hari Kurban

Foto: Sayangi.com/Chapunk

Jakarta, Sayangi.com – Kementerian Pertanian memperkirakan jumlah hewan kurban untuk perayaan Idul Adha di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi pada 2013 meningkat antara 7-15 persen dibandingkan dengan 2012.

Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Pasca-Panen Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Achmad Junaidi di Jakarta, Senin (7/10) mengatakan, berdasarkan data jumlah populasi hewan kurban di DKI Jakarta untuk sapi pada 2013 sebanyak 13.683 ekor, kerbau 180 ekor, kambing 28.310 ekor dan domba 2.748 ekor.

“Pada tahun ini diperkirakan terjadi peningkatan jumlah pada hewan besar seperti sapi dan kerbau dan penurunan pada hewan kecil yakni kambing dan domba,” katanya seusai melepas Tim Pemantau Pelaksanaan Pemotongan Hewan Kurban 1434 H Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Sementara itu, menyinggung harga hewan kurban, dia menyatakan, optimistis menjelang Hari Raya Idul Adha harga sapi hidup dan daging sapi di pasar tidak akan mengalami lonjakan. Hal itu, lanjutnya, disebabkan stok daging maupun sapi hidup cukup, sehingga permintaan yang tinggi tak akan mempengaruhi harga daging untuk konsumen secara signifikan.

Achmad mengungkapkan pihaknya sudah melakukan pengecekan di beberapa daerah sentra produksi ternak seperti NTB dan Madura Jawa Timur terkait harga sapi untuk Idul Adha tahun ini. Di beberapa daerah, tambahnya, satu sapi harganya Rp 24 juta dengan berat 600 kilogram, artinya Rp 45.000 per kg atau lebih mahal dari pada harga sapi yang dijual ke pasar untuk aspek ekonomis.

“Ya ini beda kan dengan sapi atau daging sapi yang dijual untuk komersial yang aspeknya ekonomis, kalau sekarang inikan aspeknya ibadah,” katanya.

Terkait stok hewan kurban tahun ini, menurut dia, diyakini akan cukup walau tanpa sapi impor.

“Saya hampir 30 tahun mengurusi masalah kurban, tiap tahun tidak ada ceritanya kekurangan sapi, selalu cukup, bahkan di beberapa daerah tahun lalu seperti di Jakarta, Depok dan lainnya kelebihan stok sapi, akhirnya sapi kurban ini malah beralih menjadi sapi ekonomi yang dijual di pasar,” katanya. (MSR/ANT)