Mahfud MD Siap Potong Jari dan Leher Jika Terbukti Terima Suap

Foto: Bara Ilyasa

Jakarta, Sayangi.com – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD, menanggapi pernyataan yang menduga dirinya disuap untuk menangani beberapa kasus sengketa pilkada saat menjabat sebagai ketua MK.

Mahfud menegaskan apabila dirinya melakukan hal tersebut siap melakukan potong jari dan potong leher jika tebukti menerima suap. Pernyataan tersebut disampaikan Mahfud karena ada pihak yang menuduh dirinya menerima suap dalam perkara sengketa pilkada Mandailing Natal, Sumatera Utara senilai 3 miliar dan pilkada Kota Waringin Barat, Kalimantan Tengah senilai 4 miliar.

“Kalo benar orang itu menyuap saya atau tahu orang lain memberi uang ke saya baik langsung atau tidak langsung maka hari ini juga saya ganti 6 M. Bahkan saya akan potong jari dan potong leher,” ujar Mahfud MD di gedung KPK, Jakarta, Senin (07/10/2013).

Mahfud mengancam jika tuduhan tersebut tidak terbukti secara hukum akan melaporkan calon bupati mandailing natal, Sumatera Utara, Irwan H Daulay, untuk diproses secara hukum. “kalo tidak saya akan melakukan langkah hukum, karena itu merusak masyarakat,” tegasnya.

Mahfud mendatangi KPK dalam kapasitas sebagai anggota Majelis Kehormatan MK untuk berkoordinasi seputar pemeriksaan Akil Mochtar. Dalam jumpa pers tersebut, Mahfud banyak melakukan klarifikasi tentang pemberitaan yang menyudutkan dirinya dalam perkara sengketa pilkada saat memimpin MK.

Sebelumnya Mantan Calon Bupati Mandailin Natal, Sumatera Utara, Irwan H Daulay, menduga jika Mahfud MD menerima uang dalam kasus sengekta pilkada 2010 lalu. “Pada waktu itu Mahfud MD yang memimpin sengketa saya, dan kami sudah laporkan Mahfud MD ke KPK. Saya yakin dia terlibat,” ujar irwan (6/10/2013). (S2)