MK Tolak Khofifah, Penonton Teriakkan “Hidup KPK”

Foto: sayangi.com/Emil

Jakarta, Sayangi.com – Mahkamah Konstitusi akhirnya menolak gugatan pasangan Khofifah Indarparawansa dan Herman Suryadi Sumawiredja (BerKah) dalam Pilgub Jatim. MK menggugurkan gugatan Khofifah yang menyebutkan adanya pelanggaran secara massif dalam Pemilihan Gubernur Jatim, 29 Agustus lalu.

“Menolak pemohon (Pasangan BerKah, red) seluruhnya,” kata Hamdan Zulfa yang memimpin Hakim MK dalam Sidang Pleno di Gedung MK, Jakarta, Senin (7/10/2013).

Keputusan sidang ini pun langsung disambut pendukung Pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa). Mereka yang menonton persidangan tersebut, langsung meneriakkan “Hidup KPK” berkali-kali. Tidak diketahui maksud khusus dari teriakan ini. Namun teriakan ini sempat membahana di ruang sidang yang dihadiri dua pasangan yang bersengketa tersebut.

Dalam sidang yang hanya beranggotakan delapan hakim konstitusi, tanpa kehadiran Akil Mochtar yang telah ditangkap KPK, mahkamah berdalih gugatan Khofifat yang menyebut Soekarwo dan Saifullah menggunakan anggaran daerah yang secara terencana dan sistematis sejak Penganggaran 2010-2013 tidak cukup kuat dan tidak terbukti secara hukum.

Oleh karenanya, MK menggugurkan gugatan Khofifah. Dengan keputusan ini, maka pemenang Pilgub Jawa Timur untuk Periode 2013-2018 kembali dipegang pasangan petahana, Soekarwo dan Saifullah Yusuf.

Seperti diketahui, pasangan Soekarwo-Saifullah diputuskan sebagai pemenang dalam Pilgub Jatim oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur. Hal ini setelah pasangan ini mengantongi suara terbesar, yakni 8.195.816 suara. Jumlah ini unggul dari pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman Suryadi Sumawiredja (BerKah) yang berada di posisi dua, dengan 6.525.015 suara. Namun kemenangan ini tertunda, karena Pasangan BerKah mengajukan gugatan kepada Mahkamah Konstitusi.