Jakarta Siap Hadapi Musim Hujan

Foto: Sayangi.com/chapunk

Jakarta, Sayangi.com – Musim hujan di DKI Jakarta diprediksi akan dimulai pada Oktober ini. Untuk langkah antisipasi menghadapi banjir, Pemprov DKI telah mempersiapkan program. Melakukan pengerukan tali-tali air atau perbaikan jalan yang diprediksi akan selesai pada Desember mendatang.

Demikian diungkap oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnaman (Ahok). Dia mengatakan mendekati musim hujan segala persiapan harus segera dilakukan, sehingga tidak ada lagi saluran air mampet yang menyebabkan banjir.

“Jika banjir karena kapasitas air yang besar tidak terlalu berpengaruh. Tapi jika karena saluran yang tersumbat, tidak boleh terjadi,” kata Ahok kepada wartawan di Balaikota DKI, Senin (7/10).

Ahok meminta agar jajaran satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di DKI Jakarta saling berkoordinasi. Sehingga tidak saling lempar tanggung jawab dalam mengatasi permasalahan yang ada.

“Misalnya PU jangan selalu mengatakan karena sampah sudah diserahkan ke dinas kebersihan lalu dibiarkan, seolah-olah ini bukan porsi saya. Kita sebagai keluarga besar harus selalu berkoordinasi. Semua harus dipersiapkan dengan baik. Yang membuat kita kesel kan gini. Pompanya rusak dan solokannya mampet, tapi yak ada yang memperbaiki. Itu kan keterlaluan,” jelas Ahok.

Sementara menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI, Manggas Rudi Siahaan, mengatakan berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahwa musim hujan mulai terjadi pada Oktober. Mencapai puncaknya pada Desember 2013 hingga Januari 2014.

“Informasi dari BMKG curah hujan akan meninggi atau mencapai puncaknya pada Desember dan Januari. Itu juga memungkinkan adanya ancaman banjir. Guna mengantisipasinya para kepala Sudin Tata Air dan Jalan, berkomitmen bersama-sama melaksanakan mengatasi banjir,” papar Manggas.

Berbagai langkah telah diambil untuk antisipasi banjir, yakni membentuk posko, memperbaiki pintu air dan pompa, serta pengerukan tali-tali air (waduk, kali, saluran makro).

“Untuk mendukung penanganan banjir di Jakarta, ada sebanyak 492 pompa air dan 200 eskavator. Sementara yang akan dibersihkan sebanyak 18 saluran makro,” ujar Manggas. (GWH).