Abraham Samad: Tersangka Hambalang Segera Ditahan

Foto: Sayangi.com/Hurry Rauf

Makassar, Sayangi.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan segera menahan beberapa tersangka terkait kasus korupsi pembangunan Pusat Pelatihan Olahraga Hambalang di Bukit Hambalang, Sentul, Bogor, Jawa Barat.

“Tapi yang jelas, dipastikan bahwa tidak ada satu pun orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka di KPK tidak ditahan. Ini hanya masalah waktu saja,” kata Ketua KPK Abraham Samad, di Makassar, Sulsel, Senin, usai pelatihan bersama Peningkatan Kapasitas Penegak Hukum Dalam Penanganan Tindak Pidana Korupsi (7/10).

Abraham mengatakan penahanan akan segera dilakukan, mengingat penyidiknya sudah ada di Indonesia sebelumnya berada di Jepang.

“Tapi sekarang sudah tidak ada kendala karena penyidiknya sudah ada di Indonesia. Kemarin kan penyidiknya ada di Jepang melakukan penyelidikan di sana,” ujarnya.

Ia menyebutkan, lambannya sejumlah kasus korupsi disebabkan SDM dan masih kekurangan tenaga penyidik. “Karena penyidik kita itu jumlahnya 50 hingga 60 orang, dan satu penyidik menangani 10 perkara jadi dia kesana kemari, itu hambatannya,” paparnya.

Menurutnya, penahanan sejumlah tersangka yang terlibat kasus hambalang tinggal menunggu waktu dan dipastikan segera ditahan dalam waktu dekat.

“Sebenarnya cuma masalah teknis, pastilah, pastilah waktu itu datang, karena begini kita harus menghitung 120 hari masa penahanan, kalau misalnya kita belum siap, terus kita tahan itu bisa lewat, dan dan mereka keluar demi hukum,” tegasnya.

Mengenai kepastian penahanan tersangka utama mantan Menegpora, Andi Alifian Mallarangeng dan mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum dan sejumlah tersangka lainnya, dia mengatakan sangat kuat.

“Sangat-sangat kuat, jadi di KPK itu kalau seseorang dinyatakan sebagai tersangka maka akan ditahan. Konsentrasi kita di pengadilan 100 persen, begitu kita tetapkan orang tersangka, kita bisa pastikan didorong ke pengadilan, Insya Allah pasti terbukti,” katanya.

Pengembangan tanaman Kemiri Sunan, menurut dia, sudah dimulai di Kabupaten Garut dan Majalengka yang kemudian akan dilanjutkan di daerah lain di Jawa Barat.

Selain membuat kebun percontohan, Pemprov Jabar, kata dia, juga akan memberdayakan masyarakat desa untuk menanam Kemiri Sunan dan kemarin Dinas Perkebunan Jabar menambah anggaran untuk penyediaan bibit.

“Peran BPMBD pun akan dioptimalkan untuk memberdayakan masyarakat. Kita ingin penanamannya masif,” katanya. (ANT)