Israel Ajukan Syarat Pengakuan Sebagai Negara Yahudi

Foto: bbc.co.uk

Yerusalem, Sayangi.com – Palestina harus “mengakui Israel sebagai Negara Yahudi” sebagai salah satu syarat utama mencapai perdamaian. Demikian diungkapkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Minggu (6/10/2013) waktu setempat.

“Palesina harus menghentikan penolakannya mengakui hak masyarakat Yahudi mempunyai negara bangsa sendiri,” katanya dalam pidato di Universitas Bar Ilan, dekat Tel Aviv.

Pengakuan tersebut kata Netanyahu adalah syarat untuk mencapai persetujuan dalam fase akhir perundingan, dan bukan untuk memulai perundingan.

Perundingan perdamaian antara Israel dan Palestina dimulai kembali pada Juli lalu di bawah inisiasi dari Amerika Serikat setelah sempat tiga tahun terhenti.

Perundingan langsung, yang diadakan di Israel dan Tepi Barat, direncanakan akan berlangsung selama sembilan bulan. Sampai saat ini belum terdapat hasil konkrit dari perundingan tersebut.

“Akar dari konflik ini adalah negara Yahudi,” kata Netanyahu sambil menambahkan bahwa aneksasi lahan perumahan di Tepi Barat bukan merupakan penyebab konfrontasi dengan Palestina.

“Apakah Anda siap untuk mengakui Negara Yahudi, sebuah negara bangsa untuk orang-orang beragama Yahudi?” tanya dia secara langsung kepada pemimpin-pemimpin Palestina. Netanyahu kemudian menjawab pertanyaannya sendiri dengan mengatakan “tidak”.

“Sepanjang Palestina tidak mengakui hak ini, maka tidak akan ada perdamaian yang nyata,” kata Netanyahu memeringatkan para pendengar di auditorium Bar Ilan.

Auditorium Bar Ilan adalah tempat yang sama saat Netanyahu, pemimpin partai berideologi kanan Likud, pertama kali mengumumkuan dukungannya terhadap solusi dua negara dalam pidato dramatis tahun 2009 lalu.

Sebagai syarat lain untuk mencapai perdamaian, Netanyahu mendesak Palestina untuk “menolak hak kembali” bagi para pengungsi dan menegaskan kembali pentingnya “perjanjian keamanan yang sesuai dengan kebutuhan keamanan warga Israel.” (MI/Ant)