Chairunnisa Dipecat dari Bendahara MUI

Jakarta, Sayangi.com – Tersangka penyuapan dalam kasus Pilkada Gunung Mas, Chairunnisa resmi diberhentikan dari bendahara MUI terhitung sejak hari ini, Selasa (8/10).

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amidhan kepada wartawan menyebutkan bahwa keputusan pemberhentian itu diambil agar tidak ada lagi yang mengaitkan antara kasus yang sedang dialami Chairunnisa di KPK dengan institusi Majelis Ulama Indonesia.

“Mulai Selasa hari ini, Ibu Chairunnisa resmi dinonaktifkan. Artinya, dia secara de jure bukan lagi Bendahara MUI” kata Amidhan, Selasa (8/10).

Lebih lanjut Amidhan menyampaikan bahwa Chairunnisa sebenarnya sejak tiga tahun terskhir sudah tidak aktif dalam kegiatan MUI. Menurutnya, langkah MUI melakukan pemecatan hari ini hanya prosedur organisasi saja.

Chairunnisa lahir di Surakarta, 27 September 1958. Ia telah menjabat sebagai anggota DPR RI selama tiga periode sejak tahun 1997, dan tercatat pernah menjadi dosen di Universitas Palangka Raya (1983-1999). Chairunnisa menyelesaikan sarjana S1-nya di Fakultas Pendidikan islam IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, menamatkan program S2 di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan pernah tercatat sebagai mahasiswa S3 di Program Studi Manajemen Pendidikan di Universitas Negeri Jakarta.

Terkait dengan KPK, Chaerunnisa tercatat pernah dua kali diperiksa sebagai saksi untuk kasus korupsi pengadaan Al Qur’an yang melibatkan koleganya Zulkarnaen Djabar. Terakhir diperiksa KPK pada Kamis (15/9/2012) lalu. Saat ditangkap KPK Rabu (2/10) malam, Chaerunnisa yang didampingi pengusaha CN itu menyuap Ketua MK Akil Mochtar dengan uang pecahan dolar Amerika dan Singapura senilai 3 miliar rupiah. Dalam pemeriksaan KPK hari ini, Chairunnisa Akui Pertemukan Pengusaha dengan Akil Mochtar. (S2)