Surat Akil Mochtar Beri Sinyal Keterlibatan Hakim Lain?

Jakarta, Sayangi.com – Akil Mochtar diduga sengaja membuat surat yang bisa ditafsirkan ingin menyeret keterlibatan hakim lain. Atau setidak-tidaknya menjadi warning bagi para  koleganya agar dirinya tidak dikorbankan begitu saja.

Demikian disampaikan analis dan peneliti senior dari Indonesian Public Institute (IPI), Karyono Wibowo dalam perbincangan dengan Sayangi.com, Kamis (10/10). Menurut Karyono, dalam bagian akhir surat yang dikirim ke Mahkamah Konstitusi tersebut, Akil secara khusus meminta para hakim dan kolega agar memperhatikan keluarganya.

“Itu semacam sinyal bahwa Akil siap mengorbankan diri dan tidak akan menyeret hakim dan kolega lainnya asal keluarganya diperhatikan”, kata Karyono.

Dalam sejarah pemberantasan korupsi di Indonesia, menurut Karyono, pengorbanan diri untuk melindungi kolega lainnya sudah seringkali terjadi. Bahkan sebagian besar koruptor memang tidak mau buka-bukaan untuk menyeret partnernya.

“Kasus Ahmad Fathonah tidak pernah mau menyeret Lutfi Hasan Ishaq, Angelina Sondakh juga selalu menyangkal keterlibatan Anas Urbaningrum. Hanya Nazaruddin yang berani berkoar menyebut nama banyak pihak” lanjut Karyono.

Meski begitu, terang Karyono, penyidik KPK mesti mengkonfirmasi maksud dari surat tersebut kepada Akil langsung. Jika ditemukan indikasi usaha pengorbanan diri Akil untuk melindungi keterlibatan hakim lain, maka KPK harus mengantisipasi dengan memperkuat bukti dan saksi-saksi.

Berikut kutipan bagian akhir dari Surat Akil Mochtar dari Penjara yang dimaksud Karyono:

“5. Kepada Bpk/ibu Hakim, maupun kolega saya; Jika dalam perjalanan yang panjang ini, siapa tahu istri dan anak-anak saya membutuhkan petunjuk, sekiranya Bpk/ibu  berkenan, bila mereka bertanya hal yang perlu mereka ketahui, mohon ditegur sapa kepada mereka”. (S2)