Mauritania Jadi Negara Perbudakan Tertinggi di Dunia

Foto: worldcrunch.com

Australia, Sayangi.com – Sebuah yayasan amal anti perbudakan, melansir Mauritania, Haiti dan Pakistan menjadi negara dengan angka perbudakan modern tertinggi. Menggunakan laporan dari pemerintah dan organisasi nirlaba serta perkiraan statistik, disebutkan, Mauritania memiliki proporsi perbudakan tertinggi, dan banyak yang mewarisi status budak dari nenek moyang mereka. Sebanyak 140 ribu hingga 160 ribu orang diperbudak di negara Afrika Barat yang memiliki populasi 3,8 juta jiwa itu.

Haiti menempati posisi kedua, dengan satu dari 10 anak terjebak dalam sistem eksploitasi perbudakan anak. Pakistan berada di tempat ketiga dengan 1,8 juta orang hidup sebagai budak yang terbelenggu, disusul India, dengan perbudakan anak dan kawin paksa.

Laporan bertajuk “Indeks Perbudakan Global” oleh yayasan Walk Free Foundation mengukur perbudakan di 162 negara dengan memperkirakan jumlah orang di setiap negara yang terdampak oleh praktek-praktek seperti kerja paksa dan kerja dalam kondisi terbelenggu rantai, perdagangan manusia, kawin paksa dan menggunakan anak-anak sebagai tentara.

Walk Free Foundation didirikan tahun lalu oleh pengusaha tambang Australia Andrew Forrest. Indeks ini didukung oleh mantan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton, mantan Perdana Inggris Tony Blair dan pendiri Microsoft Bill Gates.
Clinton mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa indeks ini memberikan langkah awal, meski belum sempurna.

“Saya menyerukan kepada para pemimpin di seluruh dunia untuk melihat indeks ini sebagai panggilan untuk bertindak dan fokus pada upaya merespon kejahatan ini,” kata dia. (FIT/BBC)