IPW: Kinerja Kepolisian Sumsel Belum Maksimal

Foto: Sayangi.com/Ardhy

Palembang, Sayangi.com –  Koordinator Wilayah Independent Police Watch (IPW) Korwil Sumsel, Sofhuan Yusfiansyah, SH menilai kepolisian di Sumsel belum maksimal menjalan fungsinya.

“Sebagai institusi publik, Polri harus bekerja profesional dan transfaran kepada publik, tetapi dinilai di Palembang di nilai belum maksimal,”  kata Sofhuan dalam seminar yang bertema  “Profesionalisme Polisi dalam Persepektif Masyarakat Sipil” di hotel Swarna Dwipa Palembang (17/10).

Sofwan menuturkan, dalam pelaksanaan tugasnya, tak jarang polisi melanggar protap mereka sendiri, dan hal itu menurutnya sering membuat masyarakat merasa tidak mendapat keadilan. “Dalam pelaksanaan penegakan hukum, pelanggaran HAM sering terjadi. Misalnya dalam hal penangkapan maupun dalam hal penyidikan,” jelas Sofhuan.

Dilanjutkannya, IPW sebagai organisasi publik yang berfokus terhadap kinerja polri akan terus memberikan masukan masukan serta saran agar instutsi penegak hukum tersebut bisa bekerja secara profesional, “hendaknya juga jangan memahami apa yang dilakukan IPW sebagai hal yang destruktif, sebab ini itikad baik kami untuk mendorong lembaga kepolisian sebagai lembaga yang profesional,” terangnya.

Imbasnya, sambung Shofhuan, terciptalah rasa aman dan nyaman masyarakat sipil, sebab institusi kepolisian sudah bekerja profesional, hal itu berarti celah munculnya terjadi tindak pidana akan semakin kecil. “Saya kira, kepolisian merupakan hati nurani yang lahir dari kekuatan moral yang dibangun dengan instrumen keterbukaan. Nah, adanya sinergitas yang baik antara masyarakat sipil dan polri saya kira juga akan melahirkan produk intelektual semacam karya ilmiah. Hal ini bisa membuat masyrakat melek hukum dan cerdas serta menyadari fungsinya,” kata Sofhuan.

Di tempat yang sama, Kapolda Sumsel, Irjen Pol Saud Usman Nasution yang diwakili oleh Kabid Hukum Kombes Pol Sudaryanto yang hadir dalam acara tersebut menyambut baik apa yang dilakukan oleh IPW.

Menurutnya, hal tersebut sebagai langkah strategis untuk membuat polri semakin baik di kemudian hari, “mensikapi sesuatu itu, mesti dari luar, sebab jika dari dalam ada kecenderungan akan membuat pembenaran,” kata Saud.

Akan tetapi sejauh ini menurut perwira berpangkat Melati Tiga tersebut polri sudah semaksimal mungkin untuk bekerja profesional, terbukti dengan pelaksanaan tugas yang sudah dilakukan sesuai prosedur dan amanat peraturan yang ada.

“Kalau ada yang melakukan pelanggaran, saya kira itu kasuistik yang dilakukan oknum anggota kami, kamipun juga tetap melakukan sanksi tegas yang bisa di akses publik sampai di mana proses hukumnya berjalan,” tandasnya. (VAL)