85 Tahun Sumpah Pemuda, Menpora Buka BYC Festival

Foto: Sayangi.com/Chapunk

Jakarta, Sayangi.com – Apa jadinya ketika lagu Bengawan Solo dan Kokoronotomo dimainkan dalam pertunjukan kolaborasi instrumen Koto dari Jepang dengan instrumen Kolintang? Tak hanya unik nan merdu, pun pertunjukan itu mengundang tepuk tangan meriah dari para tamu yang hadir.

Bertempat di Auditorium Universitas Pelita Harapan, Soka Gakkai Indonesia menggelar acara festival budaya Banten Youth Culture Festival For Peace bertajuk ‘Buah Kemenangan Mengatasi Keterbatasan Demi Kebahagiaan Orang Lain’.

Acara yang dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara seperti Kemenpora Roy Suryo dan Bursah Zarnubi serta Wakil Gubernur Banten Rano Karno, ini menghadirkan kebolehan dari 250 orang seniman yang berasal dari berbagai daerah di Propinsi Banten dan Jakarta. “Saya berharap acara semacam ini bisa diselenggarakan diberbagai provinsi di Indonesia, untuk kemudian lebih mendekatkan atau lebih mengakrabkanlagi diantara kita terutama bagi adik-adik, karena ini juga dalam rangka peringatan 85 tahun Sumpah Pemuda” ujar Roy Suryo dalam kata sambutannya sesaat setelah meresmikan pembukaan Banten Youth Culture Festival, Minggu 20/10.

Lebih lanjut, Rano Karno selaku Wakil Gubernur Banten mengungkapkan apresiasinya terhadap penyelenggara terkait terpilihnya Banten sebagai tempat bagi acara kebudayaan tersebut.“Budaya disebut budi dan daya, akal, ia tak hanya menari atau kesenian, kalo kebudayaan hanya dianggap kesenian, maka hancurlah budaya itu. Saya yakin, Soka Gakkai ini akan terus melestarikan budaya, karena melalui kebudayaan, kita akan menemukan perdamaian yang hakiki” tutur pemeran Si Doel Anak Sekolahan itu.

Festival budaya ini menampilkan seni suara instrumental seperti Koto, dawai khas ala Jepang, adapula kesenian angklung, Kolintang, hingga kesenian Rampak Bedug.

Selain itu, digelar pula seni tari tradisional seperti tari tradisional Banten; tari Kalengkangandan Tari Lenggang Cisadane. Tak ketinggalan pula tari tradisional Jepang daerah Okinawa; Tari Eisha.

Tak hanya tari budaya, festival ini juga menampilkan tari modern; Dynamic dance dan Tari Human Tower.

Soka Gakkai Indonesia sendiri merupakan organisasi kemasyarakatan yang aktif dalam memajukan pendidikan, kebudayaan dan perdamaian. Soka Gakkai Indonesia pun merupakan bagian dari Soka Gakkai Internasional yang berpusat di Jepang.

Bagi Soka Gakkai Indonesia, festival kebudayaan menjadi pilihan karena melalui budaya semua perbedaan bisa dipersatukan, dan melalui budaya, perbedaan mendapatkan tempat yang tepat untuk melakukan transformasi diri menjadi bentuk baru yang jauh lebih indah dan jauh lebih bernilai.

Festival ini pun bertujuan untuk menginspirasi generasi muda untuk berjuang membebaskan dirinya dari belenggu kemiskinan, kebodohan, ketidakpercayaan diri, keputusasaan, dan segala keterbatasan lainnya. (RH)