KPA: 4 Balita Terinfeksi HIV di Sukabumi

foto: Istimewa

Sukabumi, Sayangi.com – Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat menemukan empat kasus baru balita yang tertular “Human Immunodeficiency Virus (HIV)” dari 69 kasus baru yang ditemukan.

“Dari hasil penelitian yang kami lakukan, ternyata balita yang positif HIV ini tertular dari air susu ibu atau ASI yang diberikan ibunya yang juga mengidap HIV,” kata Seketaris KPA Kabupaten Sukabumi, Asep Suherman kepada Antara, Selasa.

Menurut Asep, dari beberapa kasus temuan balita yang terinfeksi HIV dari ibunya disebabkan oleh beberapa faktor seperti, tidak tahunya si ibu bahwa dirinya sudah terpapar virus tersebut atau sudah mengetahui bahwa si ibu tersebut mengidap HIV tetapi tetap memberikan ASI untuk anaknya.

Selain itu, bisa saja kedua orang tuanya positif HIV sehingga diturunkan kepada anaknya tersebut. Dengan adanya temuan ini pihak KPA terus memantau setiap perkembangan ke empat balita itu dan memberikan terapi agar si virus tidak berkembangbiak dengan cepat dan kepada orang tuanya pihaknya memberikan progam terapi antiretroviral (ARV).

Lebih lanjut, dari 69 kasus temuan baru ini mereka yang tertular tidak hanya balita dan orang tua yang bersangkutan saja, tetapi ada remaja baik pria maupun wanita. Sehingga, dengan adanya temuan ini penyebaran virus yang menggerogoti daya tahan tubuh manusia tersebut tidak memandang bulu.

“Korban HIV biasanya mereka yang melakukan pekerjaan atau hobi yang beresiko seperti kecanduan narkoba suntik, wanita pekerja seks, pria pelanggan WPS, bayi yang berasal dari kandungan ibu yang positif HIV atau salah satu orang tuanya mengidap HIV dan mereka yang kerap nikah cerai atau berganti-ganti pasangan, gigolo dan waria,” tambahnya.

Sampai 2013 ini, KPA Kabupaten Sukabumi mencatat ada 253 warganya yang positif HIV bahkan beberapa diantara mereka sudah AIDS juga sudah ada yang meninggal. Beberapa tahun terakhir ini ada perubahan cara penyebaran virus tersebut, awalnya mayoritas mereka yang tertular adalah para penasun, tetapi kali ini mereka yang melakukan hubungan seks tidak sehat seperti sering ganti pasangan dan sesama jenis.

“Maka dari itu, untuk menekan jumlah penderita HIV pihaknya kerap melakukan sosialisasi dan penyuluhan langsung kepada masyarakat khususnya mereka yang tinggal di daerah beresiko terjadinya penularan penyakit ini,” kata Asep. (ANT)

Berita Terkait

BAGIKAN