Kotor, Tempat Penginapan Jamaah Haji Indonesia Dikritik

Foto: dpr.go.id

Jakarta, Sayangi.com – Ketua Komisi VIII DPR Ida Fauziyah mengkritisi adanya beberapa maktab (penginapan) Jemaah Haji Indonesia di Mekah. Pasalnya, kondisi maktab tersebut masih ada yang kotor dan tidak layak.

“Ada beberapa Maktab atau penginapan yang kondisinya tidak memadai, misalnya airnya mati, dan tempatnya kotor,” kata Ida di Gedung Parlemen, Jakarta, Selasa (21/10/2013).

Ida yang juga turut melakukan pengawasan secara langsung ke Tanah Suci beberapa waktu lalu itu mengungkapkan bahwa kondisi tersebut mengganggu kenyamanan jamaah haji.

“Meski tidak seluruhnya demikian, namun hal itu tentu mengurangi kenyamanan jemaah haji dalam beribadah,” jelasnya.

Dilaporkan situs resmi DPR, Ida mengaku sempat meminta penjelasan dari Kementerian Agama selaku pihak penyelenggara ibadah haji. Dari penjelasan itu disebutkan bahwa alasan pemilihan pondokan yang menggunakan teknik sampling. Misalnya, dari sepuluh pondokan atau maktab yang akan disewa penyelenggara haji, yang dilihat atau diperiksa kondisi dan fasilitasnya secara utuh hanya setengahnya saja. Setengah lainnya luput dari pemeriksaan.

“Pihak penyelenggara mengaku hanya memeriksa sebagian Maktab yang akan disewa, dan sebagian lagi tidak diperiksa, karena disangkanya akan sama fasilitas dan kondisinya. Tetapi setelah ditempati jemaah haji kondisi beberapa Maktab malah bertolak belakang,” ungkap politisi Fraksi PKB ini.

Oleh karena itu, ke depan ia meminta Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama untuk tidak menggunakan teknik sampling atau contoh dalam melakukan pemeriksaan Maktab atau pondokan yang akan digunakan untuk calon jemaah haji tahun mendatang.

Meski demikian Ida mengaku belum bisa menyimpulkan apakah penyelenggaraan tahun ini lebih buruk atau lebih baik dari tahun sebelumnya. Menurut Ida, masing-masing penyelenggaraan memiliki kelebihan dan kekurangannya. Usai masa reses mendatang, para anggota Komisi VIII akan melakukan evaluasi bersama dengan Dirjen PHU, Kementerian Agama terkait penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.