Jajaki Kerjasama Ekonomi, Gubernur Jabar ke Turki

Foto; jabarprov.go.id

Bandung, Sayangi.com – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dijadwalkan memimpin delegasi Provinsi Jabar ke Istanbul, Turki, pada Rabu (23/10), guna meningkatkan kerja sama ekonomi daerah ini dengan Provinsi Istanbul.

“Saya dan rombongan akan melakukan pertemuan dengan Gubernur Istanbul dan kalangan pebisnis setempat,” kata Ahmad Heryawan, di Gedung Sate Bandung, Selasa (22/10).

Ia menuturkan, fokus pertama dalam kunjungan tersebut ialah bidang ekonomi yakni Pemprov Jabar akan menjajaki kerja sama baru dan meningkatkan yang selama ini sudah berlangsung.

“Intinya kita akan tingkatkan kerja sama Jabar-Istanbul di bidang investasi maupun perdagangan, serta sektor lain,” kata Heryawan.

Menyinggung sektor pendidikan, Heryawan mengatakan, kerja sama kedua provinsi sudah berlangsung baik.

Menurutnya, sekolah Turki, yakni Pribadi Bilingual Boarding School Bandung, telah lama beroperasi, yakni sejak 2002.

Sementera putra-putri Jabar, kata dia, banyak yang memperoleh beasiswa kuliah di berbagai perguruan tinggi di Turki.

“Capaian yang ada hingga sekarang akan kita tingkatkan. Kita coba jajaki kemungkinan Turki punya perguruan tinggi di Jawa Barat,” ujar Heryawan.

Sementara itu, lanjut dia, di bidang energi terbarukan atau ramah lingkungan, pihaknya sedang melirik kerja sama pengembangan sumber energi geotermal atau panas bumi.

Dikatakannya, upaya peningkatan kerja sama ekonomi dimaksud juga bagian implementasi komitmen Kepala Pemerintahan kedua negara yakni Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono saat berkunjung ke Turki pada medio 2010, membangun komitmen dengan Turki untuk meningkatkan volume perdagangan kedua negara hingga 2,24 miliar dolar AS pada 2015.

“Hingga kini, sebanyak 23 jenis komoditas Indonesia yang diekspor para pengusaha dalam negeri ke Turki, dan sebagian besar juga masuk ke Istanbul,” katanya. Data di Kedutaan Besar Indonesia untuk Turki menunjukkan, sebanyak 23 jenis komoditi masuk ke pasar negara tersebut. Misalnya: mebel jati dan rotan, parket kayu untuk lantai, produk kayu, kelapa sawit, kelapa, produk makanan.

Lalu daging, minyak nabati/hewan, serat buatan, karet dan produk karet, makanan laut (udang, cumi-cumi) alat-alat mesin/listrik dan perangkatnya, filament, mesin mekanik dan perangkatnya, bahan celup, plastik dan produk plastik, produk kayu dan kertas/produk kertas serta produk lainnya.

Heryawan menegaskan, sebagian besar mata ekspor Indonesia tersebut juga menjadi andalan dunia usaha di Jabar.

Sektor ekonomi lain yang tidak kalah potensial, lanjut Heryawan, yakni pariwisata.

Pendapatan asli daerah (PAD) Istanbul sendiri disumbang sektor pariwisata, bahkan berada di urutan papan atas.

“Istanbul sama dengan Jawa Barat. Kedua provinsi ini dianugerahi alam yang sangat indah. Begitu pula kekayaan peninggalan sejarah. Namun mereka telah maksimal mengolah keindahan alam. Kita akan belajar dari Istanbul,” katanya. (ANT)