16 Finalis Pasangan Koko-Cici Jakarta 2013 Siap Bertarung

Foto: beritajakarta.com

Jakarta, Sayangi.com – Sebanyak 16 pasang calon Koko dan Cici (Koci) Jakarta 2013 akan maju ke babak final yang akan digelar di Ballroom Hotel Ciputra, 8 November mendatang.

Penjurian berlangsung sejak Selasa (22/10) pagi hingga sore.
Dewan juri terdiri dari Ernawati Sugondo di bidang bahasa Mandarin dan budaya Tionghoa, Titi Koesoemo di bidang etiket kepribadian dan bahasa asing, Sukarno di bidang pemerintahan sebagai mantan wakil walikota Jakarta Barat, Estri Indreswati di bidang psikologi, Kusmayadi Husein pada bagian kepariwisataan, Ibu Prita di bidang penampilan dan public speaking, serta Tjong Iwan perwakilan dari Ikatan Koko Cici Jakarta.

Tjong Iwan, perwakilan juri dari Ikatan Koko Cici Jakarta mengatakan, tahun ini finalis Koko Cici Jakarta mempunyai kompetensi yang luar biasa. ”Mereka tidak good, tapi great. Finalis tahun ini sangat memuaskan, kata Tjong Iwan, Selasa (22/10).

Sementara itu, Tobias Eric Hengilus, Media Relations Pemilihan Koko Cici Jakarta 2013 mengatakan, selama menunggu penjurian para senior Koko Cici Jakarta memberikan sharing mengenai bagaimana dan apa yang akan menjadi tanggung jawab Koko Cici Jakarta.

“Mereka berbagi pengalaman dan berbagi cerita dibagikan mulai dari apa saja yang sudah dilakukan untuk melestarikan budaya Tionghoa, pengalaman mendampingi pejabat dari walikota sampai dengan Presiden Republik Indonesia, kegiatan-kegiatan sosial CSR Koko Cici Jakarta yaitu Koko Cici Peduli sampai dengan pengalaman pribadi menarik lainnya ketika bertugas menjadi Koko Cici Jakarta,” katanya.

Sekadar diketahui, pemilihan Koko Cici Jakarta pertama kali diadakan tahun 2002 untuk mengembalikan citra Indonesia, khususnya kota Jakarta di mata dunia atas kerusuhan Mei 1998. Ide ini dicetuskan oleh Sarimun Hadisaputra selaku walikota Jakarta Barat ketika itu.  

Koko Cici Jakarta menjalani masa bakti dan tanggung jawab sebagai duta dalam bidang pariwisata, sosial dan tentunya melestarikan dan mengembangkan kebudayaan Tionghoa di DKI Jakarta dan Indonesia. (GWH/BRTJKT)