Direktur Intelejen AS: Kami Tak Memata-Matai Perancis, Tapi..

Foto: sadredearth.com

Washington, Sayangi.com – AS dikabarkan melakukan spionase terhadap Perancis yang dimuat dalam surat kabar Perancis, Le Monde. Hal itu serta merta dibantah Direktur Intelejen Nasional James Clapper. “Artikel terbaru yang dipublikasikan di koran Prancis Le Monde mengandung informasi yang tidak akurat dan menyesatkan mengenai aktivitas intelejen AS,” ujar Clapper.

“Tuduhan bahwa Agen Keamanan Nasional mengumpulkan data lebih dari 70 juta data percapakan telepon Warga Negara Prancis, adalah salah,” tegasnya.

Clapper mengatakan, dia tidak akan mendiskusikan secara rinci aktivitas pengawasan tersebut, tetapi dia mengakui AS mengumpulkan informasi intelijen dari seluruh negara. Dia juga tidak secara khusus mengomentari tuduhan NSA memata-matai diplomat AS di Washington dan PBB.

Pernyataan dari kepala intelejen AS itu disampaikan setelah Le Monde mempublikasikan Genie, program implan spyware milik NSA yang disebar ke jaringan komputer termasuk kedutaan asing.

Koran itu melaporkan bahwa mata-mata AS telah meretas jaringan asing, dan menyebarkan spyware kedalam jutaan komputer. Laporan tersebut berdasarkan bocoran data dari mantan kontraktor intelejen AS, Snowden. Rincian dalam artikel tersebut berdasarkan pada memo internal NSA dari mantan kontraktor teknik NSA Edward Snowden.

Senin lalu, Le Monde menuduh NSA menyadap 70,3 juta percakapan telepon di Prancis dalam rentang waktu 10 Desember 2012 dan 8 Januari 2013. (FIT/BBC)