Terkait Holly, Dua Staf BPK Diperiksa Polisi

Foto: Sayangi.com/Okky

Jakarta, Sayangi.com – Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya memeriksa dua staf BPK, Rabu (23/10). Keduanya adalah M dan I. Mereka diperiksa terkait pembunuhan berencana terhadap Holly Angela Hayu Winanti (37) di Apartement kalibata City, Jakarta Selatan.

“Pemeriksaan M dan I masih berlangsung. Dari keterangan mereka nanti polisi akan berupaya menyelidiki fakta, yakni aktivitas Gatot menjelang hari eksekusi pembunuhan terhadap Holly,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Rabu (23/10).

Menurut Rikwanto, penyidik punya kepentingan, seperti waktu atau kurun waktu tertentu jelang pembunuhan Holly atau sekitar 10 hari sampai 15 sebelumnya, apa saja aktifitas Gatot, dan sebagainya. Selain 2 staf BPK yang diperiksa saat ini, kata Rikwanto, 3 staf BPK lainnya dan seorang sopir Dinas Gatot akan diperiksa polisi, Kamis (24/10) besok.

“Kegiatan saudara G dan komunikasi para staf dan sopir dengan G kami dalami. Staf paling tidak tahu, seperti apa yang mereka lihat dan mereka dengar. Penyidik secara maraton terus melakukan pemeriksaan dan konfirmasi ke sejumlah saksi dan para tersangka,” papar Rikwanto.

Penyidikan secara maraton itu, menurut rikwanto, dilakukan untuk mengetahui dan memastikan motif utama dari kasus pembunuhan tersebut. Karena, dari berbagai dugaan motif atas kasus pembunuhan Holly, motif terkuatnya adalah adanya tekanan pada Gatot dan rongrongan dari Holly yang terus menerus pada Gatot.

“Rongrongan Holly mulai dari meminta rumah sampai meminta Gatot menceraikan istri pertamanya. Motifnya sangat personal. Sementara itulah motif paling kuat berdasar fakta dan bukti yang ada. Tapi, bukti-bukti lain belum ada,” jelas Rikwanto.

Diketahui, Holly dibunuh oleh 5 orang pembunuh bayaran. Otak pembunuhan tersebut diduga kuat diperintah oleh Gatot Supiartono, suami siri Holly, yang juga merupakan pejabat eselon I BPK sebagai auditor utama. (GWH)