Keane Kritik Otobiografi Ferguson

BBCIndonesia

London, Sayangi.Com – Mantan kapten Manchester United Roy Keane mempertanyakan kesetiaan Sir Alex Ferguson terkait komentar dalam buku terbaru mantan manajer MU tersebut.

Keane adalah salah seorang yang mendapat kritik keras dalam otoibigrafi Ferguson Klik berjudul My Autobiography, yang dirilis Selasa 22 Oktober.

Namun kepada stasiun ITV, Keane menegaskan tetap tenang dengan kritik tersebut dan mempertanyakan pemahaman Ferguson atas kata kesetiaan.

“Saya ingat berbicara tentang kesetiaan ketika masih di klub. Saya kira dia tidak mengerti makna kata tersebut.”

“Secara terus menerus dia mengkritik para pemain yang membawa keberhasilan baginya… Saya tidak terganggu dengan hal tersebut,” tegasnya.

Dalam otobiografinya, Ferguson mengatakan Keane -yang berperan penting dalam keberhasilan United selama 12 tahun di sana- menjadi semakin berpengaruh secara negatif.

“Bagian paling keras dari tubuh Keane adalah lidahnya. Dia memiliki lidah yang paling ganas yang bisa Anda bayangkan.”

“Dia bisa melemahkan orang yang paling percaya diri di dunia ini dalam waktu beberapa detik. Dia orang yang suka menggertak dan kejam,” tulis Ferguson

Budaya ‘modern’

Ferguson tidak hanya mengkritik Keane dalam bukunya, tetapi juga David Beckham, Ruud van Nistelrooy, Owen Hargreaves, maupun Wayne Rooney yang masih memperkuat United.

Keane -yang sudah mengeluarkan bukunya pada tahun 2002- menegaskan bahwa penilaian yang keras itu tidak adil mengingat keberhasilan yang dibawanya bersama pemain-pemain lain di bawah Ferguson.

“Saya kira manajer tidak perlu melakukan hal itu. Saya tidak tahu berapa banyak buku lagi yang sedang ditulisnya,” kata Keane.

Dia menambahkan Ferguson pada akhirnya harus menetapkan batas dan mengakui para pemain sebagai pelayan yang baik untuk Manchester United.

“Banyak dari para pemain yang membantu manajer mendapatkan sejumlah piala.”

“Bayangkan kalau kami tidak dapat piala, apa yang akan dikatakannya. Kami membawa keberhasilan kepada klub, kami memberikan semuanya ketika kami di sana.”

Bagi Keane kritik dalam buku itu lebih sebagai budaya modern karena banyak orang yang suka buku dan mengkritik para mantan pemainya.

Setelah meninggalkan United pada 2005, dia sempat bergabung ke Celtic dan menjadi manajer Sunderland serta Ipswich Town, yang memecatnya tahun 2011, dan kini menjadi komentator ITV. (BBCIndonesia)