WNI Tentang Dubes Foke : Mosok Kami Dikasih Pepesan Kosong

Foto : Sayangi.com/Istimewa

Berlin, Sayangi.com – Pengangkatan mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo alias Foke menjadi Duta Besar Jerman tampaknya terus menuai protes masyarakat asal Indonesia di sana.

“Kampanye anti Foke terus meningkat,” ucap Dina Sihombing, aktifis 98 yang kini menetap di Berlin kepada Sayangi.com via email, Kamis (24/10) dini hari.

Bahkan kini, ungkap Dina, masyarakat Indonesia di Berlin sudah membentuk Aliansi Peduli KBRI Jerman (Berlin). Anggota Aliansi terdiri mahasiswa dan ex patriate Indonesia yang tinggal di negeri Bavaria itu.

Sebelumnya, tulis Aliansi Peduli KBRI Jerman dalam rilisnya yang dikirim ke email Sayangi.com, penolakan masyarakat Indonesia di Jerman diwujudkan dalam tanggapan-tanggapan kritis.

Karena tidak mempan, kini Aliansi menyiapkan serangkaian kampanye di Berlin dengan sasaran pemerintah dan publik Jerman.

Pada hari Jumat (18/9) Aliansi mengirimkan surat kepada Presiden Republik Federal Jerman, Joachim Gauck.

Dalam suratnya, Aliansi meminta Presiden Gauck agar tidak memenuhi permintaan pemerintah Indonesia untuk memberikan akreditasi penempatan Fauzi Bowo sebagai duta besar Indonesia untuk Jerman.

“Bahkan Pak Presiden SBY sendiri pernah ngomong Foke pepesan kosong. Ya, mosok kami dikasih pepesan kosong?” beber Dina.

Karena tidak mau kepentingannya di Jerman diurus oleh pejabat yang disebut SBY sendiri sebagai pepesan kosong, maka Aliansi yang dikoordinir oleh Erwin Sutanto itu hingga kini terus menentang kehadiran Foke di Berlin.

Selain menggalang petisi penolakan lewat http://www.change.org/id/petisi/aliansi-peduli-kbri-jerman-berlin-tolak-fauzi-bowo-foke-menjadi-dubes-ri-di-jerman, Aliansi juga beralasan bahwa saat pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2912, Foke melakukan kampanye hitam bermuatan SARA.

“Aliansi menganggap pemilihan tokoh yang tidak menjunjung nilai-nilai multikultural dan plurarisme untuk menjadi kepala perwakilan negara Indonesia yang merupakan bangsa yang majemuk sebagai sesuatu yang tidak pantas,” tulis Erwin Sutanto dalam rilisnya.

Fauzi Bowo juga dinilai Aliansi tidak memiliki kontribusi dan track record nyata dalam hal hubungan diplomasi Jakarta-Berlin yang membuatnya layak menjadi kepala perwakilan Indonesia di negara yang merupakan pemain penting dalam percaturan politik Eropa dan Internasional.  (MD)

Berita Terkait

BAGIKAN