Lindungi Pemerkosa, Mahasiswa Kembali Geruduk LPSK

Foto: sayangi.com/Yan Zapin

Jakarta, Sayangi.com – Puluhan aksi yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Menuntut Keadilan kembali melakukan aksi demo di depan gedung Komisioner Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (24/10).

Aksi menuntut dan mendesak Teguh Soedarsono, anggota LPSK, untuk tidak melindungi pelaku tindak pidana percobaah pemerkosaan dan penganiyaan terhadap korban berinisial SYS (38). Aksi juga menuntut, apabila tidak segera ditanggapi tuntutan mereka, aksi akan terus kembali melakukan demo dengan jumlah yang lebih banyak.

Pantauan Sayang-com, aksi di depan gedung LPSK ini berjalan damai dengan hanya pengamanan dari pihak security LPSK untuk menjaga-jaga jalannya aksi terjadi bentrok.

“Kami hanya meminta penegakan hukum yang berkeadilan jender, menyangkut bagaimana sistem penegakan hukum yang ada mampu mengeluarkan kebijakan yang menjamin perlindungan terhadap kepentingan dan hak asasi perempuan,” kata Dedi Prasetyo saat dijumpai Sayangi.com di lokasi, Kamis (24/10).

Menurut Dedi, kasus tersebut telah dilaorkan secara langsung oleh SYS ke Direktorat Reserse Kriminal Polda Metro Jaya, dengan laporan polisi Nomor: LP/1482/V/2012/PMJ/Dit.Reskrim tertanggal 3 Mei 2012, karena telah memenuhi dua alat bukti, maka  Sanusi Wiradinata ditetapkan menjadi tersangka dan ditahan oleh polisi, namun penahanan terhadap Sanusi Wiradinata ditangguhkan setelah berkas P-21 Polisi melakukan pemanggilan terhadap tersangka Sanusi Wiradinata

“Upaya polisi menangkap Sanusi mengalami jalan buntu, dikarenakan Sanusi mendapat perlindungan dari LPSK untuk kasus dugaan suap. Saat ini, kami dari aliansi mahasiswa dan pemuda menuntut keadilan mengecam keras tindakan LPSK yang melindungi pelaku, khususnya Teguh Soedarsono yang banyak berperan melindungi pelaku,” tutur Dedi.

Diketahui, kejadian tindak pidana percobaan pemerkosaan dan kekerasan terhadap SYS (38) terjadi pada tanggal 3 Mei 2012 dengan pelaku bernama Sanusi Wiradinata. Dalam kejadian itu, pelaku tertangkap basah oleh Security Apartemen saat melakukan penganiyaan dan percobaan pemerkosaan terhadap SYS di Apartement Sudirman Park. Sebelumnya pelaku diketahui lewat kamera CCTV aprtemen.

Puluhan aksi aliansi mahasiswa dan pemuda menuntut keadilan itu meyatakan sikap:
1. Penetapan LPSK melindungi buronan Sanusi Wiradinata sama sekali tidak berdasar hukum.
2. LPSK bukanlah lembaga perlindungan Tersangka pelaku percobaan pemerkosa.
3. LPSK segera Cabut dan batalkan  perlindungan terhadap Sanusi Wiradinata.
4. Dengan melindungi Sanusi Wiradinata, maka LPSK telah melakukan perbuatan melawan HUKUM. (GWH)

Berita Terkait

BAGIKAN