DPR Setujui RAPBN 2014, Belanja Negara Rp1.842,4 Triliun

Foto: dpr.go.id

Jakarta, Sayangi.Com – Rapat Paripurna DPR Jumat (25/10) besok akan membahas persetujuan terhadap RUU Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2014, setelah Rapat Kerja Banggar DPR dan Pemerintah menyetujui semua hasil rapat Panitia kerja (panja).

Rapat kerja Banggar DPR yang berlangsung alot hingga pukul 22.30 Rabu (23/10), akhirnya menyepakati pendapatan negara tahun 2014 mencapai Rp1.667,14 triliun. Sedangkan belanja negara disepakati Rp1.842,45 triliun, sehingga terdapat defisit Rp175,3 triliun atau 1,69% dari PDB.

“Asumsi sementara RAPBN 2014 yang sudah disepakati ini, selanjutnya akan dibawa ke Rapat Paripurna DPR untuk disetujui menjadi UU APBN 2014,” kata Ketua Banggar DPR Ahmadi Noor Supit, usai mengetuk palu persetujuan pada Raker Banggar DPR, Rabu malam. Raker dihadiri Menteri Keuangan M. Chatib Basri, Menteri PPN/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana, serta Gubernur BI Agus Martowardojo

Postur RAPBN 2014 yang telah disepakati oleh Banggar DPR dan Pemerintah, disusun berdasarkan asumsi pertumbuhan ekonomi 6% atau turun 0,4% dari usulan Pemerintah, rasio pajak 12,35%, tingkat inflasi 5,5%, kurs Dolar AS ditetapkan senilai Rp10.500, suku bunga SPN untuk 3 Bulan 5,5%, harga minyak mentah Indonesia dipatok US$ 105 per barel, lifting minyak diperkirakan 870 ribu barel per hari, serta lifting gas bumi dipatok 1.240 ribu barel setara minyak per hari

Belanja pemerintah tahun 2014 yang disepakati oleh Banggar dan Pemerintah, terdiri dari belanja Pemerintah Pusat sebesar Rp1.249,9 triliun dan belanja transfer ke daerah sebesar Rp592,5 triliun.

Belanja pemerintah pusat ini termasuk subsidi energi yang terdiri dari subsidi bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji sebesar Rp210,9 triliun dan subsidi listrik sebesar Rp71,3 triliun, sehingga total subsidi energi mencapai Rp282,1 triliun.