Kisah Janji Suci Pendonor Ginjal dan Penerimanya

Foto: Dailymail

Indiana, Sayangi.com – Sebelumnya, mereka tak saling mengenal. Tapi dalam hitungan bulan, sang perempuan bersedia mendonorkan ginjalnya untuk lelaki penderita gagal ginjal yang baru saja dikenalnya. Tak lama, ada ikatan batin yang dirasa kuat, mereka jatuh cinta.

Ada banyak pasangan yang menikah karena merasa saling menyelamatkan satu sama lain. Mereka mengucap janji menikah yang sangat indah. Mereka akan tetap setia dalam kondisi susah dan senang, sehat dan sakit. Namun berbeda dengan pasangan pengantin baru yang selalu memenuhi cinta di hari-hari mereka.

Kyle Froelich dan Chelsea Clair memaknai janji pernikahan itu secara harfiah. Janji pernikahan itu, mereka ganti dengan, “Aku menawarkan tangan, hati dan jiwaku, karena aku tahu, semuanya akan aman bersamamu.”

Pengantin baru ini berkenalan 4 tahun silam. Dimana Chelsea merupakan teman dari temannya Kyle. Mereka bertemu di sebuah pameran mobil. Saat itu, Kyle memang telah sakit. Ia mengalami gagal ginjal, dan ginjalnya nyaris sepenuhnya mati, tak bekerja.

Mendengar cerita Kyle, Chelsea iba. Ia menawarkan diri untuk mendonorkan ginjalnya pada lelaki yang baru dikenalnya itu. Kyle terperangah. Ia senang, tapi tak terlalu senang karena banyak orang menawarkan ginjal padanya namun selain memang tak cocok dengan tubuhnya, mereka mengingkari janjinya untuk memberikannya ginjal.

Tak dinyana, Chelsea berbeda. Ia menghubungi Kyle kembali setelah mereka berpisah hari itu. Ia benar-benar berniat mendonorkan satu ginjalnya untuk memperpanjang hidup Kyle.

Pada saat itu Kyle berada di tahun terakhir sekolah tinggi di Indianapolis, Indiana, dan dokter meyakinkanny, bahwa itu adalah tahun terakhir hidupnya .

Namun, Chelsea adalah harapannya. Dan setelah mereka benar-benar melakukan uji kecocokan ginjal, ginjal Chelsea nyaris sempurna diterima tubuhnya.

Chelsea memang gadis yang ditinggal ayahnya meninggal karena gagal melakukan transplantasi sumsum tulang. Ia tak ingin Kyle, pemuda yang baru dikenalnya mengalami hal yang sama.

Meski begitu, bukan tanpa halangan niat baik Chelsea terlaksana. Ibunya sempat melarang dirinya melakukan operasi transplantasi ginjal karena takut kehilangan putrinya. Namun Chelsea tak peduli. Dia tetap menunaikan niatnya mendonorkan ginjalnya untuk Kyle.

Kedua pergi melakukan operasi setelah melewati prosedur. Tepat enam bulan setelah pertemuan pertama mereka. Kyle mengantar Chelsea ke rumah sakit Universitas Indiana hari itu.

Setelah di rumah sakit, Chelsea mulai panik karena dia yang pertama akan menjalani operasi. Ia sempat menarik tangan Kyle dan mengatakan, “tolong jangan pergi” Tapi prosedur Rumah Sakit melarang siapapun memasuki ruang operasi.

Hal pertama yang ditanyakan Chelsea setelah operasi adalah, “Apakah Kyle baik-baik saja?” Hal itu sama dengan ucapan pertama Kyle saat ginjal telah berhasil ditanam ditubuhnya. “Bagaimana keadaan Chelsea?”

Sementara masa pemulihan, keduanya harus dirawat terpisah sehingga Kyle tidak akan mendapatkan infeksi tapi dia terus meminta perawat untuk membawanya melewati Chelsea agar ia bisa melambaikan tangan ke kamarnya .

Usai keluar dari rumah sakit, mereka memutuskan untuk berkencan. Mereka juga seringkali merayakan ulang tahun trasplantasi ginjal yang dianggap seagai hari jadi mereka. Mereka menyebutnya, Sparkypalooza.

“Dia membawa ginjal saya, kami seperti memiliki ikatan yang kuat setelah itu,” kata Chelsea.

Tiga tahun setelah Chelsea memberi Kyle ginjalnya, keduanya mengucapkan janji pernikahan di Danville Konservasi Klub. Sungguh kisah yang mengharukan. Bahwa Cinta tak selalu hadir seiring waktu, tapi pada pandangan pertama pun, cinta mampu hadir dan menyadari bahwa Dia adalah orang yang tepat untuk anda. (FIT/Dailymail)