Dipo Alam: Dulu Saya Ditangkap Seperti Ayam

Foto: Setkab

Jakarta, Sayangi.Com – Menteri Sekretaris Kabinet (seskab) Dipo Alam membandingkan situasi politik Indonesia tahun 1970-an dengan era Demokrasi Reformasi saat ini, dimana Presiden SBY dan keluarganya yang telah menjabat selama 9 tahun bisa bebas dikritik.

Melalui akun twitternya, Dipo Alam mengisahkan apa yang dialaminya menjelang Pemilu dan Pemilihan Presiden tahun 1977. Saat itu, ia mencalonkan Ali Sadikin sebagai Presiden. “Karena pencalonan itu, saya dipenjara 7 (tujuh) bulan, ditangkap seperti ayam dilepas seperti ayam tanpa pengadilan,” kenang Dipo, yang pada tahun 1977 menjabat ketua dewan mahasiswa Universitas Indonesia.

Menurut Dipo Alam itu terjadi pada zaman Demokrasi “Pancasila” ala ORBA (Orde Baru), saat Pak Harto selama 32 tahun menjabat sebagai Presiden. Sebelumnya, Demokrasi “Terpimpin” era Soekarno, selama 22 tahun menjabat sebagai Presiden.

Dipo Alam melanjutkan, 1 (satu) hari setelah bebas, ia dipanggil Pangkopkamtib Soedomo. “Saya tanya kenapa saya ditahan? Jawab Soedomo: Karena kamu calonkan Ali Sadikin sebagai Presiden.”

Dipo mengingat, ada satu nasehat yang disampaikan Pangkopkamtib Soedomo saat bertemu dirinya setelah bebas dari penjara. “Nasehat saya Dipo, kamu boleh kritik jendral dan menteri siapa saja, tapi jangan sekali-kali yang “satu” itu dan keluarganya,” kata Dipo mengutip pesan Soedomo waktu itu.

Kata Dipo: “Sekarang tidak ada yang ditangkap masuk penjara karena kritik Presiden, tidak ada bredel untuk pers, bebas kritik walau mengutip sana-sini tanpa bukti.”

Dipo mengutip dialog Presiden SBY di hadapan pengurus PWI dan jajaran pers nasional di Banjarbaru, Kalsel, Rabu (23/10). SBY menyebut selama ini menjadi salah satu korban pers.

Menurut SBY, selama sembilan tahun memimpin, hampir setiap hari ia diberitakan yang tidak baik. “Tapi saya patut berterima kasih, karena pers telah memberikan kritik yang baik.”

“Kalau dari hari pertama kepemimpinan saya tidak dikritisi, mungkin saya akan jatuh, kebijakan-kebijakan yang saya buat akan aneh. Saya mengucapkan terima kasih atas semua itu. Saudara menyelamatkan saya untuk tidak terlena, sehingga saya berhati-hati dalam mengambil keputusan,” kata SBY (setkab)

Berita Terkait

BAGIKAN