Kasus Pengaturan Skor Persibo Akan Diungkap di Hadapan FIFA

Foto: Antara

Jakarta, Sayangi.com – Kasus pengaturan skor pertandingan yang melibatkan klub Persibo Bojonegoro pada Piala AFC akan dibawa oleh PSSI ke Kongres Internasional Hukum Olahraga (IASL) di Inna Grand Bali Beach, Bali, 29-30 Oktober.

Ketua Komdis PSSI Hinca Panjaitan di Jakarta, Jumat, mengatakan pengungkapan kasus pengaturan skor yang melibatkan Persibo merupakan salah satu prestasi PSSI. Untuk itu permasalahan ini akan dipresentasikan di hadapan FIFA maupun peserta kongres yang lain.

“Mereka kaget PSSI bisa mengungkap kasus suap pengaturan skor. Selain kasus Persibo kami juga akan membawa pengungkapan pengaturan skor di kompetisi Divisi Satu,” katanya di Kantor PSSI Senayan, Jakarta.

Menurut dia, dengan mampu mengungkap pengaturan skor, peluang Indonesia untuk menjadi pemimpin dalam pemberantasi mafia pengaturan skor di Asia Tenggara akan terbuka. Apalagi saat ini sudah dipercaya menggelar kongres.

“Kongres ini akan dihadiri tokoh-tokoh dunia yang ahli dalam hukum olahraga. Inilah kesempatan Indonesia untuk menunjukkan berbicara di kancah internasional,” katanya.

Pria yang juga berprofesi sebagai penasihat hukum itu mengatakan pada kongres di Bali nanti PSSI akan melakukan pembicaraan khusus dengan FIFA terkait dengan proteksi terhadap pengaturan skor (match fixing).

“Hasil kongres ini sangat ditunggu oleh FIFA. Makanya PSSI sangat mendukung penuh pelaksanaannya. Bahkan PSSI akan melakukan pertemuan khusus dengan FIFA,” kata Hinca menambahkan.

Pada Kongres Internasional Hukum Olahraga (International Associations of Sports Law Congress (IASL) XIX tidak hanya membahas masalah match fixing pada sepak bola melainkan pada cabang olahraga yang lain.

Hasil kongres ini nantinya akan dilaporkan ke induk organisasi olahraga dunia untuk masing-masing cabang olah raga. Adapun tema yang dibahas pada kongres secara umum yaitu sport law, sport tourism, dan lex sorportiva.

Selain itu, kata Hinca juga akan dibahas masalah match manipulation, violence of sports law, control of terrorist incidents, dan lain-lain.

“Ada sekitar 105 ahli dari 14 negara yang hadir dalam kongres nanti. Selain tuan rumah Indonesia, China menjadi penyumbang terbanyak delegasinya,” katanya.

Ditanya masalah anggaran yang digunakan untuk kongres internasional ini, Hinca Panjaitan menegaskan bahwa dana itu berasal dari sponsor dan bukan menggunakan uang negara. PSSI menjadi salah satu sponsor terbesarnya.

Pada kongres di Pulau Dewata, PSSI dalam hal ini PT Liga Indonesia juga akan melakukan kerja sama dengan Badan Sepakbola Spanyol (LFP) serta dengan Universidad Catolica San Antonio Spanyol.