Dianggap Melecehkan Wartawan, Prabowo Minta Maaf

Jakarta, Sayangi.com – Setelah dianggap melecehkan profesi wartawan dengan sebutan mudah disuap, Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto mengkarifikasi pernyataannya. Melalui Koordinator Media Center Prabowo Subianto, Budi Purnomo Karjodihardjo mengatakan, apa yang dikatakan Prabowo di Garut, Jawa Barat, tidak bermaksud untuk melecehkan wartawan.

“Sehubungan dengan pemberitaan mengenai Prabowo Subianto di Garut, hari Jumat (25/10), maka bersama ini kami sampaikan penjelasan sebagai berikut, tidak ada sedikitpun niat atau Prabowo Subianto untuk melecehkan jurnalis,” kata Budi.

Menurut Budi, apa yang disampaikan Prabowo dalam acara silaturahmi dengan petani se-Kabupaten Garut merupakan gejala umum yang sedang terjadi secara makro, bahwa korupsi banyak terjadi kepada warga negara Indonesia.

“Mereka adalah para pejabat, politikus, dan lain-lain.¬† Bayangkan, manusia yang agung seperti Hakim Agung pun bisa disuap, Apalagi manusia biasa. Kita semua ini adalah manusia, termasuk wartawan juga manusia. Kita semua bisa kepleset. Itulah sebenarnya, pesan yang ingin disampaikan oleh Prabowo Subianto,” katanya.

Pernyataan Prabowo ini menuai kontroversi. Maka dari itu, Prabowo yang digadang-gadangkan Calon Presiden pada Pemilu 2014 yang akan datang ini meminta maaf atas pernyataanya yang dianggap banyak kalangan melecehkan profesi jurnalis.

“Maka dengan kerendahan hati yang sangat mendalam, kami menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya. Sekali lagi kami sampaikan bahwa tidak ada sedikitpun niat untuk melecehkan wartawan. Justru kami serius dan sungguh-sungguh mengharapkan dukungan wartawan untuk terus mendukung program anti korupsi dan program kesejahteraan, serta program-grogram yang selama ini digelorakan oleh Prabowo Subianto,” katanya.

Sebelumnya, pada acara silaturrahmi Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) di Gedung Bintang Balare Garut, Jum’at (25/10), Prabowo menyinggung soal hasil survei yang tidak menyebut namanya. Prabowo tidak mempersoalkan dirinya tidak masuk dalam survei calon presiden. Pada kesempatan¬† selanjutnya Prabowo kurang bisa mengontrol perkataannya dan meminta warga untuk tidak mempercayai media.

“Jangan percaya kadang-kadang apa yang disampaikan oleh media-media. Media-media itu manusia juga. Kalau Hakim Agung, kalau Hakim MK bisa disogok, apalagi wartawan, sama saja. Ada yang bikin survei, saya nggak dimasukkan. Ya nggak apa-apa,” kata Prabowo. (S2)