Lembaga Survei Harusnya Mendidik, Bukan Menggiring Publik

Foto: Sayangi.com/Dok

Jakarta, Sayangi.com – Lembaga survei harusnya mengedukasi publik, bukannya menyesatkan dengan mempublikasikan hasil survei untuk kepentingan pribadi dan kelompok tertentu.

“Untuk itu perlu aturan yang menjadi standar umum bukan mempublikasikan hasil survei untuk kepentingan tertentu,” kata Wakil Sekjen DPP Partai Gerindra Aryo PS Djojohadikusumo. Menurut Aryo, jamak diketahui bahwa lembaga survei itu bisa dipesan oleh pihak tertentu terkait dengan pencalonan seseorang menjadi kepala daerah atau bahkan calon presiden termasuk juga untuk kepentingan parpol tertentu.

“Meskipun proses surveinya tetap menggunakan kaidah-kaidah keilmuan,” katanya. Akan tetapi, kata Aryo, umumnya kepentingan komersial lembaga survei acapkali mendistorsi kaidah-kaidah keilmuan dalam survei.

Sisi lain, menurut dia, lembaga survei pun berkepentingan terhadap pemberitaan hasil surveinya. “Maka wajar bila lembaga-lembaga survei mempunyai akses ke rekan-rekan wartawan. Hubungan antara lembaga survei dengan awak media bisa menggiring persepsi publik,” katanya.

Oleh karena itu dia berharap keberadaan lembaga survei perlu tetap mengedepankan kepentingan publik secara keseluruhan dan mengedukasi publik agar memahami persoalan atau kecenderungan peristiwa yang terjadi, secara objektif.

Aryo juga menanggapi pernyataan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto selaku Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) pada acara di Garut, Jabar, Sabtu pagi yang meminta kepada masyarakat jangan terlalu percaya kepada lembaga survei yang sering memanfaatkan wartawan untuk mempublikasikan hasil survei yang sudah diatur.

“Konteksnya saat itu Prabowo tengah mencermati hasil riset dari beberapa lembaga survei,” katanya. (MSR/ANT)

Berita Terkait

BAGIKAN