Bocah Misterius Yunani itu Ternyata Orang Bulgaria

Foto: Reuters

Athena, Sayangi.com – Hasil tes DNA terhadap pasangan dari komunitas Roma di Bulgaria menunjukkan, mereka adalah orangtua biologis Maria, anak perempuan misterius yang ditemukan di Yunani pekan lalu.

Pejabat Bulgaria mengidentifikasi Maria merupakan anak pasangan Sasha Ruseva dan Atanas Rusev. Orangtua Maria kini tengah diselidiki oleh polisi setempat, untuk mengetahui apakah mereka menjual anak perempuannya. Sebelumnya, Sasha Ruseva membantah menjual Maria.

Maria, berusia empat tahun, ditemukan di sebuah penampungan Roma di Yunani. Polisi menemukan kejanggalan antara gadis beramput pirang itu dengan orang dewasa yang tinggal bersamanya. Pasangan Christos Salis dan Eleftheria Dimopoulou, yang selama ini merawat Maria, dikenakan dakwaan penculikan anak. Tetapi mereka bersikeras bahwa anak tersebut diberikan kepadanya secara sah.

Maria – ditemukan di Farsala, Yunani tengah – saat ini dirawat oleh lembaga sosial The Smile of the Child yang berbasis di Athena. Setelah penemuan Maria diumumkan, lembaga amal tersebut menerima ribuan telepon yang berupaya membantu melacak identitas gadis cilik tersebut.

Ruseva, dalam gambar tampak sedang menggendong anak perempuan berambut merah, mengatakan kepada wartawan, dia dan suaminya pernah bekerja di Kota Larisa, Yunani empat tahun lalu, ketika dia melahirkan seorang anak perempuan. Gadis cilik tersebut berusia tujuh bulan ketika ditinggal orangtuanya yang kembali ke Bulgaria, dan dia mengatakan tak mampu membawa Maria bersamanya.

Dia menceritakan kondisi tersebut kepada seorang perempuan yang bekerja bersamanya. Perempuan itu mengatakan: “Berikan anak itu kepada saya, saya akan merawatnya. Anda dapat kembali kapan saja Anda mau. Tetapi saya memiliki anak-anak lain yang harus saya rawat dan saya tak bisa pergi … Saya tak pernah mendapatkan uang untuk itu.”

Pejabat di Bulgaria mengatakan, selama penyelidikan Ruseva menyatakan dia mengenali Christos Salis dan Eleftheria Dimopoulou sebagai orang yang dititip anaknya.

Sementara di di Yunani, seorang pengacara yang mewakili pasangan dari penampungan Roma dekat Farsala, mengatakan mereka berupaya untuk mendapatkan hak asuh yang sah bagi Maria. “Berdasarkan apa yang kami katakan, bahwa itu bukan penculikan, kemudian secara logika mereka akan dibebaskan dari penjara dan mereka dapat mengajukan proses (adopsi) yang layak,” jelas Costas Katsavos yang dikuutip oleh kantor berita Associated Press.

“Mereka sangat menginginkan dia kembali,” tambah dia.

Eleftheria Dimopoulou dan Christos Salis bersikukuh Maria diberikan kepada mereka secara sah. Sementara orangtua biologis Maria di Bulgaria juga mengatakan ingin berkumpul kembali bersama sang anak. Meski demikian, Kepala Departemen Layanan Soaial Bulgaria, Lidia Hristova, mengatakan kepada Reuters: “Setelah penyelidikan, kami akan memutuskan apa yang terbaik bagi anak tersebut, apakah mengambilnya dari keluarganya, diberikan kepada layanan sosial, dan lain-lain.”

Wartawan BBC di Athena, Mark Lowen melaporkan Kepolisian Bulgaria dan Yunani sudah mendapatkan fakta tersebut, dan mereka tetap akan melakukan gugatan hukum terhadap pasangan Yunani dan kemungkinan juga orangtua Maria. (MSR/BBC)