Selain Rumah Bupati, KPK Juga Geledah Kantor Golkar Empat Lawang

Foto: Sayangi.com/Istimewa

Empat Lawang, Sayangi.com – Komisi Pemberantasan Komisi (KPK) memeriksa sejumlah instansi di lingkungan Pemkab Empat Lawang, serta ruangan kerja Bupati Empat Lawang dan Rumah pribadi Bupati, Selasa (29/10).

Penyidik juga melakukan penyisiran di sejumlah tempat di antaranya rumah pribadi milik HBA yang berlokasi di Lampar. Tak hanya itu sejumlah tempat lainnya juga ikut menjadi perhatian tim anti rasuah ini yakni ruko milik keluarga HBA yang juga dijadikan sekretariat Partai Golkar dan Posko Induk Bersama HBA Syahril pada pilkada juni lalu. Penggeledahan ini diduga kuat ada kaitannya dengan suap Mahkamah Konstitusi(MK) yang melibatkan sang Ketua Akil Mukhtar beberapa waktu lalu.

Penyidik KPK yang dipimpin Komisaris Polisi Novel Boswedan bersama sejumlah tim penyidik berseragam KPK lainnya, mulai melakukan pengeledahan ruang kerja Bupati Empat Lawang sekitar pukul 10.00 WIB. Tak hanya ruangan sang Bupati, pemeriksaan juga dilakukan di gedung sekretariat lainnya, bahkan Kantor Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) juga menjadi sasaran pengedeladahan.

Pantauan di lapangan, suasana penggeledahan tertutup. Pengamanan dari kepolisian ekstra ketat mulai dari pagar hingga pintu masuk Sekretariat dijaga petugas. Selama pemeriksaan aktifitas pemerintahan sedikit terganggu, bukan hanya itu sejumlah masyarakat dan pegawai dari sejumlah instansi cukup ramai ikut menyaksikan dari luar.

Sekitar pukul 12.30 WIB, tim penyidik yang langsung dipimpin Novel kemudian membawa HBA menggunakan mobil Dinas Nissan Extrail berbopol BG 1978 MK. Saat dibawa menuju mobil tersebut orang nomor satu di Empat Lawang itu tidak banyak bicara.

Ketua penyidik KPK Kompol Noval Basweden tidak memberikan komentar banyak. Dia menyarankan konfirmasi langsung ke juru bicara KPK Johan Budi. “Silahkan tanya ke pak Johan ya, saya cuma menjalankan tugas. Kalau penjelasan itu kewenangan tugas pak Johan,” katanya singkat kepada sejumlah awak media.

Usai pemeriksaan, Novel dan petugas KPK lainnya membawa satu koper besar berisikan dokumen-dokumen terkait Pilkada dan lain-lain.
“Iya ini untuk pemeriksaan bukan barang bukti,” ujarnya.

Bupati Empat Lawang, H Budi Antoni Aljufri menerima dengan ikhlas penggeledahan yang dilakukan oleh pihak penyidik KPK.
“Prinsip hari ini KPK datang untuk menggeledah terkait ketua MK non aktif Akil Mokhtar, karena kebetulan sengketa Pilkada kita diputuskan oleh Akil,” ungkapnya.

Ditambahkannya, KPK telah secara resmi mengundangnya untuk datang ke Jakarta pada Jumat(1/11) mendatang. “Tanggal 1(November) nanti saya diundang ke KPK, saya akan datang,” jelasnya.

Ditegaskannya, pemeriksaan ini merupakan hal biasa dalam rangka lidik pihak KPK. “Ini kan karena ramai di Media saja mangkanya di lidik, insya allah saya siap datang,” pungkasnya.

Sebagaimana diberitakan, tertangkaptangannya Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Akil Mochtar pada Rabu (2/9) mendapat banyak reaksi dari berbagai pihak, termasuk beberapa calon kepala daerah yang merasa janggal dengan keputusan-keputusan MK. Salah satunya adalah pasangan H. Joncik Muhamad dan Ali Halimi, kandidat yang dikandaskan oleh putusan MK  dari pasangan H. Budi Antoni Aljufri dan H. Syahril Hanafiah di Pilkada Empat Lawang.

Menurut Joncik, pihaknya pernah dimintai uang oleh pihak MK agar dia dapat memenangkan sengketa tersebut. Permintaan uang tersebut melalui orang yang dipercaya oleh pihak MK. Dia menduga kekalahannya di MK akibat dia tidak memenihi permintaan tersebut. Untuk mengetahui kesaksian Joncik selengkapnya klik Cabup Empatlawang Juga Pernah Diminta Uang Oleh MK. (S2)