Ini Pengakuan Dul Tentang Tabrakan Maut Tol Jagorawi

Foto: selebcorner

Jakarta, Sayangi.com – Penyelidikan demi penyelidikan telah dijalani Abdul Qodir Jaelani alias Dul (13), putera musisi Ahmad Dhani yang juga menjadi tersangka utama atas kecelakaan beruntun di ruas tol Jagorawi pada 8 September silam. Dari penyidikan tersebut terkuak beberapa fakta baru yang keluar langsung dari pengakuan Dul.

Dul diketahui menjadi orang yang ada di balik kemudi mobil saat kecelakaan terjadi. Terkait keahlian Dul dalam menyetir, kepada penyidik Dul mengaku bahwa dirinya telah belajar menyetir mobil sejak kelas 6 SD. Namun, rupanya bukan sang ayah atau supir pribadinya yang mengajarkan, melainkan teman-teman sekolahnya saat itu. Ia mengaku belajar melalui teman-temannya di sekolah yang memiliki mobil. Sejak itu Dul mengaku sering coba-coba mengendarai mobil.

“Dia belajar melalui teman-temannya yang punya mobil. Saat itu dia mulai coba-coba. Mungkin teman-temannya lebih dewasa,” kata Kombespol Rikwanto di Jakarta beberapa waktu lalu.

Bagaimana Dul bisa mengendarai mobil sendiri sedangkan pada hari kejadian nahas itu sang supir sedang libur? Sama seperti hasil penyidikan terhadap supir pribadi Dul, Dul pun mengakui bahwa ia mengambil kunci mobil itu secara diam-diam tanpa sepengetahuan ayahnya, Dhani.

“Secara sembunyi-sembunyi ambil kunci mobil,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto, di Mapolda Metro Jaya.

Siang pukul 13.00 WIB sebelum peristiwa tragis itu terjadi, Dul mengaku telah menelpon Dhani untuk meminta izin bermain bersama teman-temannya di sekitar Pondok Indah, namun sayangnya Dhani yang saat itu sedang latihan bersama Indra Lesmana di stuidonya tak mengangkat telpon dari AQJ.
“Dhani nggak menjawab telpon AQJ dan menurut AQJ itu sudah dianggap menelpon,” ujar Rikwanto.

Fakta lain pun terungkap, bahwa Dul sudah mulai kehilangan kendali dan tidak fokus menyetir sejak masuk pintu tol Cibubur. Dul bahkan mengakui tak sempat mengambil uang kembalian dari membayar tol.

“Sekitar empat kilometer dari pintu tol Cibubur, AQJ mengaku temannya Nauval mengingatkan ada mobil di depannya. Karena kaget, dia lalu membanting setir ke kanan, kemudian menabrak Daihatsu Gran Max dari arah berlawanan,” terang Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Polisi Rikwanto.

Masih kepada penyidik, Dul juga mengakui bahwa ia sempat mengantarkan Fajrina yang tak lain adalah pacarnya ke kediamannya di Cibubur sebelum peristiwa terjadi. Dul mejelaskan bahwa ia mengantarkan Fajrina ke Cibubur karena sang kekasih tak urung mendapatkan taksi saat akan pulang.

“Karena supirnya tidak masuk, dia kemudian menyetir sendiri. Saat itu dia pergi bersama temannya Maharani yang dijemput di Pondok Indah Mal, Nauval dijemput di Ragunan dan Fajriha di Pondok Labu,” tukas Rikwanto.

Dul diketahui sempat berjalan-jalan dan makan malam dikawasan sekitar Hotel Indonesia bersama 3 orang lainnya, yaitu Maharani, Fajrina dan Nauval. Setelah selesai makan malam sekitar pukul 21.30, Maharani dijemput keluarga, sedangkan Fajrina ingin pulang ke rumahnya dengan menggunakan taksi.

“Karena tidak dapat taksi, akhirnya diantar AQJ dan bersama Nauval ke Cibubur. Mereka sampai di Cibubur sekitar pukul 24.00,” ujar Rikwanto. (FIT)