Bima Arya: Aksi Nyata Lebih Penting Dari Perang Wacana

Foto: Sayangi.Com/Emil

Bagaimana persiapan Partai Amanat Nasional (PAN) menghadapi Pemilu 2014? Berikut wawancara Sayangi.com dengan Ketua DPP PAN Bima Arya Sugiarto di Sekretariat Perhimpunan Gerakan Keadilan (PGK), di Jalan Tebet Timur Dalam Raya No 43, Jakarta Selatan. 

Mengapa PAN terkesan kurang bergeliat dalam menghadapi Pemilu 2014?

Sebenarnya tidak demikian. Kami tidak pasif untuk mengahdapi Pemilu 2014. Dalam hal ini DPP PAN telah menginstruksikan kepada seluruh kader untuk melakukan aksi nyata. Artinya kita menghindari perang wacana. Kita harus langsung berorientasi pada aksi nyata. Kader-kader PAN harus melakukan aksi nyata di masing-masing daerah pemilihan (dapil).
 
Apakah hanya aksi nyata saja yang dilakukan kader di dapil untuk meyakinkan pemilih?

Tidak hanya itu. Kami juga mengerahkan semua potensi sayap-sayap partai. Terutama sekali sayap partai dari kalangan generasi anak muda. Karena menurut kami potensi pemilih pemula sangat luar biasa. Oleh karena itu target utama kita yaitu segmentasi pemuda. Karena ke depannya negara ini akan dipimpin dan dikelola oleh anak-anak muda. Persaingan sangat keras.

Kenapa target utamanya hanya anak muda? Padahal anak muda masih sangat awam dalam berpolitik?

Dengan mengedepankan anak muda. Maka secara otomatis agenda partai untuk melakukan regenerasi akan terwujud.

Malah kita akan mengalami regenerasi panjang. Berbeda dengan partai lain. Salah satu bukti konkretnya adalah PAN telah mempercayakan anak muda untuk menjadi pimpinan fraksi. Bahkan caleg PAN sendiri 50 sampai 60 persen di bawah usia 50 tahun.

Agenda PAN selain itu?

Agenda prioritas PAN memang bergantung pada waktu. Maksudnya, hingga saat ini kita masih melakukan program-program yang tadi saya sebutkan. Namun, ke depannya kita akan mempunyai program lain. Untuk enam bulan ke depan atau mendekati Pemilu 2014, baik Pileg maupun Pilpres, kita akan melakukan serangan udara. Kita akan menggunakan media, baik elektronik maupun cetak untuk ikut terlibat mensosialisasikan misi PAN dalam membangun negara dan bangsa. Kita juga akan mensosialisasikan citra, pemikiran, dan karakter partai melalui media.

Mengenai Capres, siapa yang akan diusung PAN?

Mengenai Capres, PAN bulat mengusung Pak Hatta Rajasa. Ini berdasarkan dari keputusan Rakernas.

Bagaimana dengan Cawapresnya?

Untuk saat ini PAN belum menentukan siapa cawapres yang akan mendampingi Pak Hatta Rajasa. Untuk cawapres kita masih melihat perkembangan dan konstalasi politik ke depannya. Kita juga masih memikirkan dan mengutamakan proses pemilihan legislatif dahulu. Setelah itu, barulah kita akan memikirkan cawapresnya.

Hasil berbagai survei nama Jokowi dan Prabowo selalu menjadi yang teratas sebagai calon presiden 2014. Apakah ada keinginan PAN untuk merangkul mereka atau bahkan mungkin menjadikan mereka sebagai Capres PAN?

Hingga saat ini belum ada revisi dan belum ada evaluasi. Kita tetap mengusung Pak Hatta jadi Capres PAN. Namun, mengenai cawapres, akan dilihat kemudian hari, apakah Pak Hatta akan berpasangan dengan Jokowi, Prabowo, sangat bergantung pada hasil pileg. Yang jelas semua skenario kita akan ditentukan oleh hasil suara PAN di pemilhan legislatif.

Meski demikian kami terus menjalin komunikasi dengan calon-calon lain seperti Pak Prabowo dan Mas Jokowi. Tujuannya agar jelang pilpres nanti, kita bisa menemukan solusi terbaik.