Hamdan Zoelva: Tugas Berat Mengembalikan Nama Baik MK

Hamdan Zoelva yang baru saja terpilih menjadi Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) mengaku memikul amanat yang sangat berat. Sebab, kasus tertangkapnya Ketua MK Akil Mochtar oleh KPK terkait kasus suap sengketa Pemilukada telah mengakibatkan nama baik MK hancur. Berikut wawancara Sayangi.com dengan Hamdan Zoelva sesaat setelah ia terpilih menjadi Ketua MK Jumat (1/11/13) sore.

Bagaimana perasaan Anda terpilih menjadi ketua MK?

Saya merasa ini merupakan amanat yang sangat berat. Sangat berat. Saya harus memimpin lembaga pengawal konstitusi ini di saat namanya sedang hancur menyusul tertangkapnya pak Akil Mochtar oleh KPK.  Tak ada lembaga yang namanya sehancur MK saat ini. Tanpa ada masalah pun memimpin lembaga seperi MK tidak ringan. Tapi ini merupakan amanat yang harus saya laksanakan, betapapun beratnya. Saya sebagai orang beriman tidak boleh menolak amanat, kecuali kalau  saya tidak punya kemampuan.

Langkah apa yang akan Anda lakukan untuk perbaiki citra MK yang hancur itu?

Kami akan mengefektifkan dewan etik yang sudah terbentuk di MK. Saat ini sudah ada dewan etik di MK, tinggal mencari anggota-anggotanya. Dengan adanya dewan etik, setiap saat para hakim akan menjadi terkontrol. Di sisi lain para hakim di MK juga harus mengubah cara pandang dan cara hidupnya. Kami sebagai hakim konstitusi harus menempatkan diri sebagai negarawan, yang mengutamakan kepentingan rakyat dan negara, dan hanya berpihak pada hukum dan keadilan. Dan yang tidak kalah pentingnya, para hakim konstitusi harus menjauhi kehidupan yang mewah-mewah.

Langkah apa lagi?

Ya nanti kita akan didukung oleh Perpu tentang MK. Perpu itu akan membantu MK mengembalikan citranya.

Bagaimana Anda menganggap kasus yang menimpa Akil Mochtar?

Kasus yang menimpa Akil Mochtar tempo hari merupakan pukulan amat berat buat institusi MK. Lembaga MK hancur karena ulah satu orang. Padahal, MK merupakan benteng terakhir bagi perjuangan mencari keadilan. Jangan sampai kasus serupa terjadi lagi di MK.

Bagaimana tanggapan Anda tentang wacana agar MK tidak lagi menangani sengketa Pemilukada?

Jujur saja, kami lebih senang jika tidak menangani sengketa Pemilukada. Biarlah lembaga lain yang menanganinya agar kami tidak dekat dengan urusan yang mudah mendatangkan fitnah dan rawan suap.