Minyak Asia Naik Saat Sentimen Rapor AS Menguat

Ilustrasi foto: nation.com

Singapura, Sayangi.com – Harga minyak naik di perdagangan Asia Senin (4/11) karena para dealer menunggu data ekonomi AS minggu ini yang dapat memberikan petunjuk kapan Federal Reserve akan mulai mengurangi program stimulus.

Kontrak utama New York, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember naik sembilan sen menjadi 94,70 dolar per barel pada perdagangan pagi, sementara minyak mentah Brent North Sea untuk penyerahan Desember naik 25 sen ke posisi 106,16 dolar AS.

“Investor akan melihat data ekonomi AS minggu ini, terutama data pekerjaan, yang mengindikasikan apakah pengurangan stimulus akan diberlakukan pada Desember,” kata Desmond Chua, analis pasar pada CMC Markets di Singapura kepada AFP.

Laporan yang lebih baik dari perkiraan ekonomi AS oleh Federal Reserve minggu lalu telah memicu spekulasi bahwa Fed akan segera memulai mengurangi pembelian obligasinya pada akhir tahun ini. Investor selanjutnya akan fokus pada produk domestik bruto (PDB) kuartal ke tiga AS yang akan dirilis Kamis, serta data resmi payrolls Oktober pada Jumat.

Pasar minyak secara cermat mengikuti perdebatan Fed tentang kapan kembali ke skala stimulus 85 miliar dolar per bulan. Pemangkasan akan mendorong greenback, menjadikan harga minyak yang dihargakan dalam dolar akan lebih mahal bagi negara-negara yang menggunakan mata uang lainnya.

Investor juga mengincar produksi minyak Libya, setelah pengumuman oleh National Oil Corp bahwa terminal Al-Harriga akan kembali beroperasi pada Senin ini. Terminal tersebut, yang memiliki kapasitas 110.000 barel per hari telah ditutup bersama dengan beberapa terminal lain oleh demonstran yang menuntut pekerjaan dan pemerataan distribusi pendapatan minyak.

Produksi minyak mentah Libya telah terganggu selama beberapa bulan akibat kerusuhan yang dilakukan pekerja dan produksi menurun sedikitnya 300.000 barel per hari dari kisaran 1,5 juta – 1,6 juta barel sebelum penutupan dimulai. (MSR/ANT)