Hacker Indonesia Serang Australia, Tapi Salah Sasaran

Ilustrasi foto: BBC

Jakarta, Sayangi.com – Peretas yang mengaku dari Indonesia ini ingin balas dendam atas aksi penyadapan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Australia. “Tell on your government, stop ilegal spying to Indonesian,” begitu pesan yang tertera.

Sekelompok peretas yang mengatasnamakan Peretas Indonesia menembus sejumlah situs web di Australia dan mengganti tampilan halaman tersebut dengan tulisan berbahasa Indonesia dan Inggris. Serangan lewat jalur internet ini menurut para peretas, dilakukan sebagai balasan setelah muncul tuduhan pemerintah Australia bekerjasama dengan Amerika Serikat melakukan penyadapan dan memata-matai pemerintah Indonesia.

Namun pilihan situs yang diretas oleh para hacker Indonesia ini tampaknya banyak yang salah sasaran. Berbagai situs beridentitas akhir .com.au atau .net.au yang diretas sejak Minggu (03/04), diduga tak punya afiliasi apa pun dengan pemerintah Australia, sasaran yang harusnya dituju. Sejumlah media setempat dan internasional yang memberi perhatian besar pada kasus ini menyebut diantara korban retasan terdapat situs internet jasa binatu, layanan perbaikan ledeng, serta usaha bisnis kecil lainnya.

Pada halaman yang diretas, ada hacker yang menulis kalimat seperti: “Maaf Admin, ini bukan lawakan atau impian ini nyata,” dengan huruf berwarna biru. Kemudian pada baris berikutnya dengan tulisan berwarna merah, tertulis “Katakan pada pemerintah kalian hentikan kegiatan mata-mata ilegal terhadap warga Indonesia”, seperti yang muncul di situs brisbanetimberwindows.com.au.

Di halaman tersebut peretas juga memasang lagu Indonesia Pusaka, karya Ismail Marzuki, yang dinyanyikan dalam versi rock dan diimbuhi dengan pidato proklamator Ir. Sukarno. Tidak ketinggalan muncul pula sesosok gambar kartun berbaju merah di bagian paling atas halaman, nampak tengah membawa tongkat dengan bendera merah putih.

Di sejumlah situs korban retasan yang berbeda muncul identitas peretas yang berbeda-beda pula, termasuk Java Cyber Army dan Indonesian Hacker Newbie. Belum ada pernyataan tanggapan resmi baik dari aparat di Indonesia maupun Australia terkait aksi retas yang diklaim datang dari Indonesia ini. (MSR/BBC)